KOMPAS.TV - Kebun jeruk bali milik warga yang mati dan terbengkalai pasca banjir November lalu dan belum ada penanganan pembersihan material lumpur dan kayu yang dibawa banjir, membuat komoditas unggulan di Bireuen yaitu jeruk bali kini mati total.
Sejumlah warga yang berprofesi menjadi petani belum memiliki mata pencaharian karena masih banyak lumpur yang menutupi kebun hingga sawah mereka.
Kebun jeruk bali milik warga mati dan terbengkalai pasca banjir November lalu di Desa Kubu, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Kabupaten Bireuen.
Puluhan hektare komoditas unggulan daerah yaitu jeruk bali atau biasa disebut jeruk matang, mati akibat banjir.
Masyarakat yang 90 persen bergantung hidup dari pertanian dan perkebunan hingga kini belum memiliki mata pencaharian karena masih banyak lumpur yang menutupi kebun hingga sawah mereka.
Saat ini, warga hanya bisa menggantungkan hidup dari bantuan para dermawan dan pemerintah.
#jerukbali #banjir #lumpur
Baca Juga: Arus Balik Liburan, Penumpang Padati Stasiun Gubeng | SAPA SIANG
Penulis : Yulian-Indah
Sumber : Kompas TV
- kebun jeruk
- jeruk bali
- lumpur





