JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI memperingatkan jemaah haji untuk tidak membawa air zam-zam ke dalam koper bagasi maupun koper kabin.
"Memasukkan air zam-zam ke dalam koper bagasi maupun kabin merupakan pelanggaran terhadap aturan penerbangan dan dapat mengganggu kelancaran proses pemeriksaan bagasi di bandara," kata Juru Bicara Kemenhaj Maria Assegaff dalam konferensi pers, Senin (1/6/2026).
Maria mengatakan, jemaah tidak perlu lagi membawa air zam-zam sendiri karena pemerintah telah menyiapkan untuk masing-masing jemaah.
Nantinya, per jemaah mendapatkan air zam-zam sebanyak 5 liter yang akan dibagikan di debarkasi.
Baca juga: Kemenhaj: Hari Ini, 17 Kloter Jemaah Haji Indonesia Pulang ke Tanah Air
"Jemaah tidak perlu membawa air zam-zam secara mandiri dalam barang bawaan Anda karena setiap jemaah haji Indonesia akan menerima air zam-zam sebanyak satu galon berisi 5 liter per orang," jelas Maria.
"Dibagikan di debarkasi masing-masing setelah nantinya tiba di tanah air sesuai dengan mekanisme resmi yang telah ditetapkan," tambahnya.
Adapun selama proses kepulangan, Kemenhaj juga mengingatkan seluruh jemaah untuk tetap menjaga kesehatan selama menunggu jadwal.
"Karena kondisi cuaca di Mekkah masih cukup panas sehingga jemaah diharapkan memperbanyak konsumsi air putih, mengonsumsi makanan secara teratur, beristirahat yang cukup," tuturnya.
Baca juga: KPK: Berkas Perkara Yaqut Dilimpahkan Setelah Pelaksanaan Ibadah Haji 2026
Selain itu, jemaah dengan kondisi kesehatan yang berisiko diharapkan tidak memaksakan diri dalam menjalani aktivitas ibadah tambahan.
"Bagi jemaah lanjut usia, jemaah disabilitas, jemaah perempuan, dan juga jemaah yang memiliki risiko kesehatan tinggi, kami mengajak seluruh petugas untuk kemudian sama-sama memberikan perhatian dan pendampingan yang optimal kepada setiap jemaah," tuturnya.
Sebagai informasi, proses pemulangan para tamu Allah akan dibagi ke dalam dua gelombang keberangkatan.
Gelombang pertama dijadwalkan terbang melalui Jeddah pada rentang waktu 1 Juni hingga 15 Juni 2026.
Sementara itu, jemaah yang masuk dalam gelombang kedua akan diterbangkan melalui Madinah mulai 7 Juni hingga 30 Juni 2026.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




