Video: Nasib Tekstil: Terhimpit Lonjakan Harga BBM dan Pelemahan Rupiah

cnbcindonesia.com
2 jam lalu
Cover Berita
Jakarta, CNBC Indonesia

Jakarta, CNBC Indonesia- Pelemahan nilai tukar Rupiah yang terus merosot hingga menyentuh level Rp 17.800 per Dolar AS, kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia hingga gangguan rantai pasok global dan kenaikan harga energi menjadi sentimen yang semakin membebani bisnis manufaktur RI termasuk sektor tekstil.

Ketua Umum Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filamen Indonesia (APSyFI), Redma Gita Wirawasta mengatakan kenaiakn harga BBM membuat biaya bahan baku naik 40% sehingga pabrik harus mengurangi utilisasi.

Selain itu ketersediaan bahan baku mulai sulit didapat akibat gangguan rantai pasok begitupula Rupiah yang melemah ikut menggerus cashflow karena bahan baku produk petrokimia harus impor.

Selengkapnya simak dialog Bunga Cinka dengan Ketua Umum Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filamen Indonesia (APSyFI), Redma Gita Wirawasta di CNBC Indonesia

Add as a preferred
source on Google

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gubernur Banten Andra Soni Tekankan Pengamalan Nilai Pancasila di Setiap Kebijakan Publik
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pertama di Dunia, China Operasikan Pusat Data di Bawah Laut
• 1 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Prabowo Kenang 81 Tahun Pancasila: Konsensus Agung Indonesia
• 6 jam lalukompas.com
thumb
Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh Ditunjuk Jadi Komisaris Telkomsel
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
DPR Sebut Revisi UU HAM Harus Fokus Bahas Perlindungan Hak Warga Negara, Bukan Kepentingan Lembaga Kementerian
• 4 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.