VIVA –Di tengah perkembangan media sosial dan semakin terbukanya ruang bagi perempuan untuk mengekspresikan diri, istilah woman support woman menjadi salah satu gerakan yang banyak digaungkan. Tagar ini sering muncul dalam unggahan yang menampilkan perempuan saling memberi dukungan, apresiasi, hingga semangat untuk berkembang bersama.
Namun, makna woman support woman sebenarnya jauh lebih besar daripada sekadar memberikan komentar positif atau menyukai unggahan teman di media sosial. Semangat ini berbicara tentang bagaimana perempuan dapat menciptakan lingkungan yang saling menguatkan, membuka peluang, dan membantu satu sama lain untuk bertumbuh.
Dalam kehidupan sehari-hari, dukungan tersebut bisa hadir dalam berbagai bentuk. Mulai dari merekomendasikan karya teman, menghadiri acara yang digagas sesama perempuan, hingga berbagi pengalaman dan pengetahuan yang dapat membantu perempuan lain berkembang. Dukungan sederhana seperti itu sering kali menjadi langkah awal yang membawa perubahan besar.
Tren ini juga menunjukkan pergeseran cara pandang yang menarik. Jika dahulu perempuan kerap digambarkan berada dalam hubungan yang kompetitif, kini semakin banyak yang memilih berkolaborasi dan tumbuh bersama. Kesuksesan tidak lagi dipandang sebagai sesuatu yang harus diperebutkan, melainkan dapat diraih dan dirayakan bersama-sama.
Semangat itulah yang semakin terlihat dalam berbagai komunitas, kegiatan kreatif, hingga festival perempuan yang bermunculan di Indonesia. Salah satunya terlihat dalam gelaran Indonesia Women Festival 2026 yang menghadirkan ruang bagi perempuan untuk saling belajar, berbagi inspirasi, dan menunjukkan karya-karya kreatif yang lahir dari kolaborasi serta dukungan antar sesama perempuan.
Festival ini tidak hanya menjadi tempat berkumpulnya perempuan dari berbagai latar belakang, tetapi juga ruang untuk saling berbagi inspirasi, pengalaman, dan peluang baru. Kehadiran Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dalam kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan manfaat dan potensi produk turunan sawit kepada masyarakat sekaligus mendorong peran perempuan dalam pengembangan industri sawit Indonesia.
Selama tiga hari penyelengaraannya, terdapat booth edukatif yang menyajikan berbagai informasi mengenai produk turunan sawit yang telah digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Pengunjung juga dapat mengikuti berbagai permainan interaktif, kuis berhadiah, serta mengenal lebih dekat berbagai produk kreatif berbasis sawit yang dihasilkan oleh pelaku usaha dan UMKM.





