HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Sivitas akademika Universitas Hasanuddin (Unhas) memperingati Hari Lahir Pancasila dengan upacara khidmat di Lapangan Basket Kompleks UKM Unhas Tamalanrea, Makassar, pada Senin (01/06). Upacara ini dipimpin langsung oleh Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., yang menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila harus terus hidup dan menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dalam amanat yang dibacakannya, Prof. Jamaluddin Jompa mengutip Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) yang menyatakan bahwa Pancasila telah menjadi “bintang penuntun” bangsa Indonesia menghadapi berbagai tantangan zaman. Ia menjelaskan bahwa di tengah ketidakpastian global, ancaman fragmentasi sosial, hingga percepatan disrupsi teknologi, Indonesia tetap mampu berdiri kokoh sebagai bangsa yang mempersatukan keberagaman lebih dari 17.000 pulau serta ratusan kelompok etnis dalam satu identitas kebangsaan.
“Pancasila menjadi jangkar moral yang menjaga arah pembangunan nasional sekaligus fondasi ketahanan bangsa menghadapi perubahan dunia,” katanya.
Prof. Jamaluddin menegaskan bahwa Indonesia memiliki tanggung jawab konstitusional untuk turut mewujudkan ketertiban dunia sebagaimana diamanatkan dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Dalam konteks tersebut, Pancasila menjadi landasan utama pelaksanaan politik luar negeri bebas aktif Indonesia.
“Kita ingin dunia melihat bahwa perdamaian bukan sekadar ketiadaan perang, melainkan hadirnya keadilan bagi seluruh umat manusia. Indonesia Raya bukanlah mimpi kosong. Namun, kemajuan ekonomi dan teknologi tanpa arah moral dapat menyesatkan,” jelasnya.
Prof. Jamaluddin menekankan bahwa nilai-nilai Pancasila tidak boleh berhenti sebagai simbol atau teks yang dihafalkan, melainkan harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Hal ini meliputi sikap saling menghormati, menjunjung persatuan, hingga mengedepankan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi maupun golongan.
Menutup amanatnya, ia mengajak seluruh sivitas akademika Unhas untuk kembali meneguhkan komitmen kebangsaan dan terus berkontribusi dalam menjaga persatuan bangsa.
“Indonesia akan tetap menjadi bangsa besar yang dihormati dunia selama mampu mempertahankan religiusitas, semangat persatuan, dan nilai-nilai kemanusiaan yang menjadi inti dari Pancasila,” pungkasnya.
Upacara peringatan tersebut diikuti oleh jajaran pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa sebagai wujud komitmen bersama dalam mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila di lingkungan akademik dan kehidupan bermasyarakat. (*)





