Bank Besar Mulai Gantikan Manusia dengan AI, Lebih dari 7.000 Pekerja Jadi Korban

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Perkembangan kecerdasan buatan (AI) semakin mengubah cara perusahaan menjalankan bisnis, termasuk di sektor perbankan. Teknologi yang sebelumnya hanya berfungsi sebagai alat pendukung kini mulai mengambil peran yang lebih besar dalam berbagai aktivitas operasional, mulai dari layanan pelanggan hingga proses administrasi internal.

Seiring perkembangan tersebut, banyak perusahaan mulai menyesuaikan strategi bisnis mereka dengan mengurangi pekerjaan yang dapat diotomatisasi dan meningkatkan investasi di bidang teknologi. 

Baca Juga :
Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan soal Heboh 'Pocong Begal' di Denpasar
Jepang Pakai AI Cegah Kasus Bunuh Diri di Stasiun Kereta dan Gedung, Begini Cara Kerjanya

Salah satu langkah terbaru datang dari Standard Chartered yang mengumumkan rencana pemangkasan ribuan karyawan dalam beberapa tahun ke depan. Bank yang bermarkas di London itu menyatakan akan memangkas lebih dari 7.000 pekerjaan hingga tahun 2030. 

Melansir dari Reuters, Minggu, 1 Juni 2026, ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat profitabilitas, dan memanfaatkan teknologi AI secara lebih luas. Perusahaan dilaporkan berencana memangkas sekitar 15 persen posisi pada fungsi korporasi. 

Dari lebih dari 52.000 pegawai yang bekerja di fungsi tersebut, lebih dari 7.000 posisi diperkirakan akan terdampak. Chief Executive Officer atau CEO Standard Chartered, Bill Winters, menegaskan bahwa kebijakan ini bukan sekadar upaya mengurangi biaya operasional.

"Ini bukan penghematan biaya. Dalam beberapa kasus, kami mengganti sumber daya manusia yang bernilai lebih rendah dengan modal finansial dan modal investasi yang kami tanamkan," ujarnya.

Saat ini, Standard Chartered memiliki hampir 82.000 karyawan di seluruh dunia. Menurut Winters, pengurangan tenaga kerja akan dilakukan secara bertahap melalui otomatisasi dan penerapan AI, sementara sebagian pegawai akan mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan keterampilan agar dapat menempati posisi baru.

"Jadi, bagi mereka yang ingin meningkatkan keterampilan dan melanjutkan karier, kami memberikan setiap kesempatan untuk menempatkan diri pada posisi yang baru."

Penggunaan AI dalam industri perbankan semakin meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Banyak lembaga keuangan global berlomba-lomba mengintegrasikan teknologi tersebut untuk meningkatkan efisiensi, mempercepat layanan, sekaligus mengurangi biaya operasional jangka panjang.

Standard Chartered menjadi salah satu bank besar yang secara terbuka mengaitkan strategi efisiensi tenaga kerja dengan pemanfaatan AI. Menurut Winters, sebagian besar posisi yang terdampak nantinya berada di pusat operasional atau back-office bank yang tersebar di berbagai negara.

Baca Juga :
Apple Siapkan Perangkat AI yang Bisa Melihat Dunia
Indonesia Akhirnya Punya Identitas AI Sendiri
Bukan Lagi Uji Coba, Robot Humanoid Kini Sudah Mulai Dipekerjakan di China

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Investasi AI Global Tumbuh 129 Persen Jadi Rp10.300 Triliun pada 2025
• 13 jam laluidxchannel.com
thumb
Prabowo Bakal Hadiri Persemayaman Ryamizard di Kemhan Pagi Ini
• 13 jam lalukompas.com
thumb
Sekjen PDIP: Kehadiran Megawati di Upacara Hari Lahir Pancasila Bentuk Peran Strategis dalam BPIP
• 3 jam laluharianfajar
thumb
Prabowo Tegaskan Ekonomi Pancasila Bukan Soal Angka, Anak Miskin harus Kenyang dan Pekerja Wajib Sejahtera
• 10 jam lalutvonenews.com
thumb
Brantas Abipraya dukung sertifikasi 300 pekerja konstruksi SR Lampung
• 11 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.