Prabowo Tegaskan Koperasi Jadi Pilar Ekonomi Pancasila untuk Sejahterakan Rakyat

suarasurabaya.net
17 jam lalu
Cover Berita

Prabowo Subianto Presiden RI menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran koperasi dan usaha kecil menengah (UKM) sebagai fondasi utama Ekonomi Pancasila.

Langkah tersebut dinilai penting untuk menciptakan pemerataan kesejahteraan sekaligus memastikan rakyat menjadi aktor utama dalam pembangunan nasional.

Dalam amanatnya saat memimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di pelataran Gedung Pancasila, Jakarta, Senin (1/6/2026), Prabowo menekankan bahwa keberhasilan pembangunan tidak boleh hanya diukur melalui angka pertumbuhan ekonomi.

Menurutnya, pembangunan harus mampu menghadirkan manfaat nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat luas.

“Koperasi harus diperkuat. Koperasi harus bangkit. Koperasi adalah salah satu alat untuk mengangkat rakyat kita dari keadaan kemiskinan dan ketidakberdayaan. Usaha kecil dan menengah harus kita perkuat, dan desa harus menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru,” ujar Prabowo.

Presiden menegaskan bahwa rakyat tidak boleh ditempatkan hanya sebagai objek pembangunan. Sebaliknya, masyarakat harus memiliki peran sentral sebagai pelaku utama yang ikut menentukan arah dan hasil pembangunan nasional.

Prabowo menjelaskan bahwa konsep Ekonomi Pancasila berakar pada cita-cita mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia sebagaimana termuat dalam sila kelima Pancasila. Karena itu, pertumbuhan ekonomi harus berjalan beriringan dengan pemerataan hasil pembangunan.

Menurutnya, pembangunan ekonomi yang berkualitas bukan hanya menghasilkan angka pertumbuhan tinggi, tetapi juga mampu mengurangi kesenjangan sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata.

“Pertumbuhan ekonomi harus disertai dengan pemerataan. Kemajuan harus dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia,” katanya dilansir dari Antara.

Ia menambahkan, Pancasila harus menjadi pedoman nyata dalam penyusunan kebijakan ekonomi nasional, bukan sekadar simbol atau warisan sejarah bangsa.

Prabowo menekankan bahwa sistem ekonomi yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila harus menjunjung prinsip keadilan, kemanusiaan, dan keberpihakan terhadap kepentingan rakyat serta bangsa Indonesia.

“Ekonomi kita harus berpihak kepada kepentingan nasional dan kepentingan rakyat. Ekonomi kita tidak boleh hanya menguntungkan segelintir orang saja,” tegasnya.

Dalam pidatonya, Prabowo juga menyoroti pengelolaan sumber daya alam nasional. Ia menilai Indonesia perlu memastikan bahwa kekayaan alam yang dimiliki dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.

Menurut Presiden, selama ini sebagian nilai ekonomi yang dihasilkan dari sumber daya alam masih lebih banyak mengalir ke luar negeri. Karena itu, pemerintah berupaya memperkuat kebijakan yang dapat meningkatkan nilai tambah di dalam negeri sekaligus memperluas dampaknya bagi kesejahteraan rakyat.

Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini turut dihadiri sejumlah tokoh nasional dan pimpinan lembaga negara. Hadir dalam upacara tersebut antara lain Megawati Soekarnoputri Ketua Dewan Pengarah BPIP sekaligus Presiden ke-5 RI, Gibran Rakabuming Raka Wakil Presiden, Jusuf Kalla Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, serta Ma’ruf Amin Wakil Presiden ke-13 RI bersama jajaran pimpinan lembaga tinggi negara lainnya. (ant/saf/ipg)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemkot Cirebon Bakal Setop Gaji ASN yang Absen 10 Hari Tanpa Keterangan
• 15 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Bea Cukai dan TNI AU Bersinergi, Dukung Penampilan JAT di Brunei Darussalam
• 2 jam lalujpnn.com
thumb
Sjafrie Sjamsoeddin Terima Kunjungan Kehormatan Menhan Qatar
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Bernardo Tavares Puji Kontribusi Jefferson di Sektor Kiri Persebaya
• 15 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
KPK Tunda Pelimpahan Kasus Kuota Haji hingga Jamaah Pulang ke Tanah Air
• 9 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.