Wamendagri Wiyagus: Pancasila Pemersatu Bangsa dan Fondasi Perdamaian Dunia

disway.id
5 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus mengatakan, Pancasila merupakan landasan pemersatu bangsa sekaligus fondasi bagi terciptanya perdamaian dunia.

Lebih dari sekadar seremoni tahunan, sambungnya, Hari Lahir Pancasila merupakan momentum refleksi untuk memastikan api Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap insan Indonesia.

BACA JUGA:PNM Salurkan Pakaian Hasil RE3 For-E untuk Disabilitas dan Lansia

"Sebuah pernyataan tegas bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan bangsa Indonesia, namun demikian juga menjadi jawaban terciptanya perdamaian dunia yang abadi," kata Wiyagus saat membacakan pidato tertulis Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi pada Upacara Bendera Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Senin, 1 Juni 2026.

Wiyagus melanjutkan, Pancasila adalah bintang penuntun yang telah membuktikan ketangguhannya.

Di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman fragmentasi, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman yang terdiri atas lebih dari 17.000 pulau dan ratusan etnik dapat disatukan dalam satu ikatan kebangsaan.

BACA JUGA:Menhaj Tegaskan Dua Catatan Penting untuk Evaluasi Penyelenggaraan Haji 2026

"Pancasila adalah jangkar moral kita dalam menghadapi turbulensi global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik," ujarnya.

Wiyagus menambahkan, Indonesia bukan hanya penonton dalam kancah dunia.

Sesuai amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Indonesia memiliki tanggung jawab konstitusional untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Pancasila juga merupakan fondasi kebijakan luar negeri yang bebas aktif. Nilai musyawarah dan mufakat yang dianut Indonesia merupakan instrumen diplomasi yang sangat dibutuhkan dunia saat ini untuk menjembatani perbedaan dan menghentikan konflik.

BACA JUGA:Popularitas Kanda Bahlil Meroket Berkat Lagu MBG, Golkar Bakal Melejit di 2029?

"Sebagai bangsa yang besar, kita terus menunjukkan kepemimpinan nyata, kontribusi pasukan perdamaian Indonesia di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa atau PBB, peran kita dalam mediasi konflik regional, serta konsistensi kita dalam menyuarakan keadilan bagi bangsa-bangsa terjajah, adalah pengejawantahan dari sila kedua," tegasnya.

Selain itu, Wiyagus menekankan, Pancasila tak hanya menjadi landasan perdamaian di tengah konflik, tetapi juga landasan moral di masa perkembangan teknologi. Kemajuan teknologi tanpa arah moral bisa menyesatkan.

Oleh karena itu, dia mengajak seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda sebagai penjaga masa depan, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup, tidak membiarkan nilai-nilai luhur ini hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau teks di buku-buku sejarah.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tol Japek arah Jakarta Macet Malam Ini, 2 KM Ditempuh 20 Menit
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Menhan Sjafrie Kenang Sosok Ryamizard Ryacudu Sebagai Prajurit Teladan
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Wamenag Yakin Kualitas Pelayanan Ibadah Haji Akan Terus Membaik
• 18 jam lalukompas.com
thumb
Nonton Piala Dunia 2026 di Meksiko Apakah Berbahaya? Pemerintah Setempat Siapkan Pengamanan Ini
• 7 jam lalugrid.id
thumb
Pilkades Serentak 2026 di Bekasi Terapkan TPS Digital, Data Pemilih Jadi Fokus Utama
• 15 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.