jpnn.com, MAJALENGKA - Bupati Majalengka Eman Suherman menyambut positif rencana pembukaan bengkel perawatan pesawat (MRO) di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati.
Ia menilai pengembangan fasilitas Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) tersebut bisa menjadi motor penggerak baru bagi konektivitas udara dan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayahnya.
BACA JUGA: Menhub Dudy Sebut Lahan Kertajati Cukup untuk Bangun MRO Pesawat Hercules
Pengembangan MRO, kata dia, perlu disikapi secara positif karena merupakan bagian dari penguatan ekosistem bisnis penerbangan di kawasan bandara.
Ia mengajak semua pihak melihat rencana tersebut secara objektif dan tidak mengaitkannya dengan isu pangkalan militer, karena MRO merupakan fasilitas yang berfungsi sebagai bengkel perawatan pesawat.
BACA JUGA: Rencana MRO C-130 di Kertajati, TB Hasanuddin: Harus Sangat Hati-Hati
"Pengembangan MRO harus dipandang sebagai upaya memperkuat industri penerbangan dan membuka peluang ekonomi baru bagi daerah," katanya.
Menurut dia, keberadaan fasilitas perawatan pesawat akan menjadi daya tarik bagi maskapai dan pelaku industri penerbangan, untuk meningkatkan aktivitas di BIJB Kertajati.
BACA JUGA: Kertajati Jadi MRO Hercules, Legislator PDIP: Persepsinya Jadi Pangkalan Militer AS
Ia meyakini aktivitas MRO akan berdampak pada meningkatnya lalu lintas penerbangan komersial, sehingga kawasan bandara dapat kembali berkembang.
"Kalau fasilitas perawatan pesawat tersedia di Majalengka, maka peluang tumbuhnya penerbangan komersial juga semakin besar karena ekosistem bisnisnya ikut terbentuk," ujarnya.
Eman menegaskan dukungannya terhadap MRO murni karena manfaat ekonomi, yang dapat dirasakan masyarakat dan pelaku usaha di sekitar kawasan bandara.
Namun, ia menegaskan tidak sependapat apabila bandara tersebut dialihfungsikan menjadi pangkalan militer karena tujuan utama pengembangan kawasan itu adalah mendukung aktivitas penerbangan sipil.
"Saya mendukung MRO karena memberikan dampak ekonomi, tetapi tidak setuju jika Kertajati diarahkan menjadi pangkalan militer," katanya.
Ia menyebut kondisi BIJB Kertajati saat ini masih belum menunjukkan aktivitas penerbangan yang optimal, sehingga masyarakat menantikan kebangkitan bandara tersebut.
Ia menyampaikan pula warga Majalengka telah cukup lama menunggu peningkatan operasional penerbangan, serta berharap pesawat komersial kembali ramai beroperasi dari BIJB Kertajati.
"Masyarakat sudah lama menunggu Kertajati benar-benar hidup. Kehadiran MRO menjadi harapan baru agar aktivitas bandara kembali bergerak dan ekonomi daerah ikut tumbuh," ujar dia.(antara/jpnn)
Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean




