Berada di peringatan Hari Lahir Pancasila, Perkumpulan Pengacara dan Konsultan Hukum Indonesia (PPKHI) Jawa Timur berkomitmen memperluas akses bantuan hukum gratis bagi masyarakat kurang mampu di Jatim.
Rizal Fadjrin Ketua DPD PPKHI Jatim menyatakan langkah itu dilakukan untuk menggaungkan keadilan sosial dalam pancasila selain nilai persatuan. Menurutnya, nilai tersebut harus diwujudkan melalui langkah konkret, termasuk memastikan masyarakat miskin tetap mendapatkan pendampingan hukum yang layak.
“Sebagai insan hukum, kami meyakini bahwa nilai-nilai Pancasila harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Salah satu komitmen kami adalah menghadirkan program bantuan hukum secara cuma-cuma atau pro bono bagi masyarakat yang tidak mampu,” katanya pada Senin (1/6/2026).
Ia mengatakan, masih banyak masyarakat yang kesulitan memperoleh akses keadilan karena keterbatasan ekonomi. Kondisi tersebut membuat sebagian warga tidak memiliki pendampingan saat menghadapi persoalan hukum, baik perdata maupun pidana.
Dengan kondisi itu, PPKHI Jatim berencana memperkuat program edukasi hukum, konsultasi hukum, hingga pendampingan hukum gratis yang dapat diakses masyarakat luas.
Pihaknya ingin, program tersebut bisa menjadi jembatan bagi warga yang selama ini terkendala biaya saat mencari bantuan hukum.
“PPKHI Jatim akan berupaya hadir di tengah masyarakat, memberikan edukasi hukum, konsultasi hukum, serta pendampingan hukum secara profesional,” ucapnya.
Dalam momentum Hari Lahir Pancasila, ia juga mengingatkan bahwa Pancasila bukan sekadar dasar negara, melainkan pedoman hidup berbangsa dan bernegara yang memuat nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial.
Menurutnya, profesi hukum memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan nilai-nilai tersebut benar-benar dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari, terutama terkait akses terhadap keadilan.
Ia juga meminta dukungan masyarakat agar berbagai program yang disiapkan tidak hanya bermanfaat bagi anggota organisasi, tetapi juga memberikan dampak langsung bagi warga Jawa Timur.
“Semoga langkah kecil ini dapat menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam mewujudkan keadilan sosial sebagaimana cita-cita luhur Pancasila,” pungkasnya. (ris/saf/ipg)




