KIEV, KOMPAS.TV - Militer Rusia dilaporkan meluncurkan serangan udara besar-besaran ke Ukraina pada Senin (1/6/2026) malam hingga dini hari. Otoritas Ukraina melaporkan serangan ini menewaskan setidaknya 11 orang dan menimbulkan puluhan korban luka.
Angkatan Udara Ukraina menyatakan, Rusia mengirim 73 unit rudal dan 656 drone dalam gelombang serangan udara semalam. Sistem pertahanan udara Ukraina disebut berhasil menyergap 40 rudal dan 602 drone.
Otoritas Ukraina melaporkan serangan ini menargetkan ibu kota Kiev, Dinpro, Poltava, Kharkiv, dan Zaporizhzhia. Ukraina menyatakan serangan Rusia menghantam gedung permukiman dan infrastruktur sipil lain.
Di Kharkiv, rudal Rusia dilaporkan turut merusak apartemen empat dan dua lantai. Setidaknya empat orang dilaporkan masih terjebak reruntuhan bangunan.
Baca Juga: Putin Tanggapi Sinis Dugaan Drone Rusia Hantam Apartemen di Rumania, Siap Lakukan Penyelidikan
Warga juga dilaporkan terjebak di bawah reruntuhan setelah serangan Rusia mengenai bangunan sembilan lantai di Distrik Podilskyi, Kiev. Hingga berita ini diturunkan, operasi penyelamatan masih dilakukan di distrik tersebut.
Saksi mata di lokasi kejadian, Olena Dniprovska mengaku serangan terjadi secara tiba-tiba. Ia mengaku tiba-tiba tertimpa reruntuhan atap akibat serangan Rusia.
"Saya sedang berada di koridor sambil memegang ponsel, dan sebelum saya tahu apa yang terjadi, semuanya jatuh di kepala saya, kaca, dan pintunya terempas," kata Dniprovska, dikutip Associated Press.
"Saya berlari ke pintu depan dan langsung memanggil-manggil suami saya, tetapi ia juga terempas karena gelombang ledakan."
Serangan tersebut diluncurkan Rusia usai Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengingatkan bahwa Moskow berencana meluncurkan serangan baru.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : The Associated Press
- rusia serang ukraina
- serangan udara rusia
- perang rusia ukraina
- ukraina
- serangan rudal rusia
- Rusia





