Jelang Muktamar, Kiai Muda NU Konsolidasikan Gerakan Moral dari Solo Raya

rctiplus.com
19 jam lalu
Cover Berita
Jelang Muktamar, Kiai Muda NU Konsolidasikan Gerakan Moral dari Solo RayaNasional | sindonews | Senin, 1 Juni 2026 - 20:23Dengarkan Berita

Menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), sejumlah kiai muda, pengasuh pesantren, akademisi, dan intelektual nahdliyin dari Solo Raya akan menggelar Halaqoh Kiai Muda NU dengan tema “Meneguhkan Supremasi Moral dan Kepemimpinan Ulama dalam Dinamika NU Kontemporer” di Pondok Pesantren Al-Mustofa, Ngeboran, Sawit, Boyolali, Selasa, 2 Juni 2026.

Ketua Panitia Gus Fawwaz menjelaskan pemilihan Solo Raya sebagai lokasi penyelenggaraan bukan tanpa alasan. Wilayah ini memiliki jejak sejarah penting dalam perjalanan panjang Nahdlatul Ulama, khususnya dalam menjaga keseimbangan antara khidmah keumatan dan relasi organisasi dengan kekuasaan.

Baca juga: Harmoni dalam Bingkai Muktamar NU

“Solo menyimpan memori kolektif yang sangat kuat dalam sejarah NU. Di kawasan inilah para ulama pernah merumuskan berbagai sikap strategis untuk menjaga marwah jam’iyah. Karena itu, kami memandang Solo Raya sebagai tempat yang tepat untuk menghidupkan kembali tradisi musyawarah, kritik konstruktif, dan konsolidasi pemikiran menjelang Muktamar ke-35,” ujar Gus Fawwaz di Boyolali, Senin (1/6/2026).

Baca Juga:Demo Buruh di Bandung Ricuh, Massa Berbaju Hitam Rusak Pos Polisi dan Videotron

Menurut dia, forum ini lahir dari kegelisahan yang berkembang di kalangan warga nahdliyin akar rumput terhadap berbagai dinamika organisasi yang dinilai berpotensi menggeser peran sentral ulama sebagai penjaga arah moral jam’iyah.“Kami melihat semakin banyak pertanyaan yang muncul dari warga nahdliyin mengenai posisi ulama, independensi organisasi, dan fungsi Syuriyah sebagai pemegang otoritas moral tertinggi. Halaqoh ini bukan forum untuk menyerang siapa pun, melainkan ruang muhasabah bersama agar NU tetap berada di jalur perjuangan para muassis,” ungkapnya.

Gus Fawwaz menekankan kritik yang disampaikan dalam forum tersebut berangkat dari rasa cinta kepada organisasi, bukan dari semangat permusuhan.

“NU terlalu besar dan terlalu berharga untuk hanya dipandang dalam perspektif perebutan pengaruh dan kepentingan politik sesaat. Para pendiri mewariskan NU sebagai wadah perjuangan umat, sehingga marwah dan independensinya harus terus dijaga oleh seluruh elemen jam’iyah,” katanya.

Baca Juga:Kolaborasi dengan PMI, BRI Insurance Gelar Donor Darah Massal

Forum halaqoh ini direncanakan dihadiri sekitar 100 peserta yang terdiri atas pengasuh pesantren, kiai muda, akademisi, aktivis, dan tokoh penggerak nahdliyin dari berbagai daerah di Solo Raya.

Diskusi akan menghadirkan sejumlah narasumber antara lain Prof Musahadi, Rektor UIN Semarang, serta Ahmad Baso, penulis dan intelektual NU. Sementara, Gus Mustafid (Mlangi) didapuk menjadi moderator.

Gus Fawwaz berharap halaqoh ini dapat menjadi ruang konsolidasi pemikiran yang sehat dan bermartabat untuk memperkuat kembali peran ulama dalam kehidupan organisasi.

“Sejarah menunjukkan bahwa ketika ulama berani menyampaikan pandangan dan menjaga independensi moralnya, NU selalu mampu menemukan jalan terbaik bagi umat. Semangat itulah yang ingin kami hidupkan kembali dari Solo Raya menjelang Muktamar ke-35,” ujarnya.

#nasional

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Program Lippo untuk Indonesia PASTI Antar LippoLand Raih Top CSR Awards 2026
• 4 jam lalujpnn.com
thumb
Kebakaran di Kemayoran Hanguskan Ratusan Rumah, 674 Warga Terdampak
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Seorang Tersangka Dugaan Penipuan WO Marwah Residivis, Ini Kata Polisi soal Tindak Pidana Sebelumnya
• 21 jam lalukompas.tv
thumb
Prabowo: Harga Kekayaan Indonesia Tak Boleh Lagi Ditentukan Negara Lain
• 20 jam laluliputan6.com
thumb
Rahasia Mikha Tambayong Tampil Percaya Diri, Ternyata Pilih Perawatan yang Nyaman dan Natural
• 19 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.