Manado (ANTARA) - Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara, Fadli Salim merasakan manfaat praktis dan cepat melalui layanan Mobile JKN.
"Kemudahan layanan digital terus dihadirkan BPJS Kesehatan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada peserta program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)," kata Fadli di Kantor BPJS Kesehatan Halmahera Timur, Senin.
Salah satu inovasi yang kini banyak dimanfaatkan masyarakat adalah aplikasi Mobile JKN yang memungkinkan peserta mengakses berbagai layanan administrasi maupun pelayanan kesehatan secara praktis dan cepat.
Fadli menyebutkan awal kedatangannya ke Kantor BPJS Kesehatan Halmahera Timur untuk mencetak kartu BPJS Kesehatan.
Namun setelah mendapatkan penjelasan dari petugas, ia mengetahui bahwa saat ini identitas peserta JKN sudah dapat menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) pada KTP maupun Kartu Keluarga (KK).
“Saya awalnya datang untuk mencetak kartu BPJS Kesehatan, tetapi setelah sampai di kantor, saya dijelaskan oleh petugas bahwa sekarang peserta cukup menggunakan NIK KTP atau Kartu Keluarga sebagai identitas pelayanan. Petugas juga menjelaskan mengenai KIS Digital yang bisa diakses melalui aplikasi Mobile JKN,” ucapnya.
Baca juga: Cara mudah mengakses program JKN lewat BPJS online
Ia mengaku informasi tersebut sangat membantu, terlebih dirinya memang berencana menjalani pengobatan di salah satu rumah sakit di Kota Ternate.
Menurut dia, penggunaan aplikasi Mobile JKN sangat memudahkan proses pelayanan kesehatan, khususnya dalam pemanfaatan antrean daring.
“Saya memang dalam waktu dekat akan berobat ke rumah sakit di Kota Ternate. Teman-teman saya juga sudah menyampaikan bahwa akan lebih mudah jika menggunakan aplikasi Mobile JKN karena sudah tersedia fitur antrean online sehingga tidak perlu menunggu terlalu lama,” katanya.
Fadli menuturkan sebelumnya pernah menggunakan aplikasi Mobile JKN, namun karena nomor telepon yang terdaftar telah berubah, dirinya sempat mengalami kendala untuk masuk kembali ke aplikasi tersebut akibat lupa kata sandi.
Beruntung, petugas BPJS Kesehatan sigap membantu proses pembaruan nomor handphone miliknya sehingga akses ke aplikasi Mobile JKN dapat kembali digunakan. Selain itu ia juga mendapatkan penjelasan terkait layanan administrasi melalui kanal Pelayanan Administrasi melalui WhatsApp (Pandawa).
“Saya sangat terbantu karena petugas langsung membantu update nomor HP saya. Selain itu saya juga dijelaskan bahwa perubahan data kepesertaan sekarang bisa dilakukan melalui layanan Pandawa tanpa harus datang langsung ke kantor BPJS Kesehatan," katanya.
Baca juga: BPJS Kesehatan ingatkan jamaah calon haji pastikan JKN aktif
Inovasi yang dihadirkan BPJS Kesehatan tersebut menurut Fadli sangat memudahkan, apalagi bagi masyarakat yang tinggal jauh dari kantor layanan.
Menurut Fadli, manfaat paling dirasakan kini sudah dapat menggunakan Kartu Indonesia Sehat (KIS) digital saat mengakses pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan rujukan sesuai prosedur yang berlaku.
“Yang paling penting bagi saya sekarang sudah bisa menggunakan KIS digital ketika berobat nanti di Kota Ternate sesuai rujukan yang saya miliki. Jadi saya tidak perlu lagi repot membawa kartu fisik ataupun banyak berkas lainnya. Ditambah lagi ada antrean online yang membuat pelayanan jadi lebih praktis dan efisien,” ungkapnya.
Ia juga berharap inovasi layanan digital BPJS Kesehatan seperti Mobile JKN dan Pandawa dapat terus dikembangkan agar semakin memudahkan peserta dalam mengakses layanan kesehatan maupun administrasi kepesertaan.
“Semoga kemudahan akses seperti ini terus ditingkatkan. Bagi peserta yang sebelumnya sudah pernah menggunakan layanan digital seperti saya, tentu ini sangat membantu dan memberikan kenyamanan. Pelayanan jadi lebih cepat, praktis, dan tidak menyulitkan peserta,” ucap Fadli.
Baca juga: Wamenkes: Keselamatan pasien fondasi utama perluasan layanan JKN
"Kemudahan layanan digital terus dihadirkan BPJS Kesehatan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada peserta program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)," kata Fadli di Kantor BPJS Kesehatan Halmahera Timur, Senin.
Salah satu inovasi yang kini banyak dimanfaatkan masyarakat adalah aplikasi Mobile JKN yang memungkinkan peserta mengakses berbagai layanan administrasi maupun pelayanan kesehatan secara praktis dan cepat.
Fadli menyebutkan awal kedatangannya ke Kantor BPJS Kesehatan Halmahera Timur untuk mencetak kartu BPJS Kesehatan.
Namun setelah mendapatkan penjelasan dari petugas, ia mengetahui bahwa saat ini identitas peserta JKN sudah dapat menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) pada KTP maupun Kartu Keluarga (KK).
“Saya awalnya datang untuk mencetak kartu BPJS Kesehatan, tetapi setelah sampai di kantor, saya dijelaskan oleh petugas bahwa sekarang peserta cukup menggunakan NIK KTP atau Kartu Keluarga sebagai identitas pelayanan. Petugas juga menjelaskan mengenai KIS Digital yang bisa diakses melalui aplikasi Mobile JKN,” ucapnya.
Baca juga: Cara mudah mengakses program JKN lewat BPJS online
Ia mengaku informasi tersebut sangat membantu, terlebih dirinya memang berencana menjalani pengobatan di salah satu rumah sakit di Kota Ternate.
Menurut dia, penggunaan aplikasi Mobile JKN sangat memudahkan proses pelayanan kesehatan, khususnya dalam pemanfaatan antrean daring.
“Saya memang dalam waktu dekat akan berobat ke rumah sakit di Kota Ternate. Teman-teman saya juga sudah menyampaikan bahwa akan lebih mudah jika menggunakan aplikasi Mobile JKN karena sudah tersedia fitur antrean online sehingga tidak perlu menunggu terlalu lama,” katanya.
Fadli menuturkan sebelumnya pernah menggunakan aplikasi Mobile JKN, namun karena nomor telepon yang terdaftar telah berubah, dirinya sempat mengalami kendala untuk masuk kembali ke aplikasi tersebut akibat lupa kata sandi.
Beruntung, petugas BPJS Kesehatan sigap membantu proses pembaruan nomor handphone miliknya sehingga akses ke aplikasi Mobile JKN dapat kembali digunakan. Selain itu ia juga mendapatkan penjelasan terkait layanan administrasi melalui kanal Pelayanan Administrasi melalui WhatsApp (Pandawa).
“Saya sangat terbantu karena petugas langsung membantu update nomor HP saya. Selain itu saya juga dijelaskan bahwa perubahan data kepesertaan sekarang bisa dilakukan melalui layanan Pandawa tanpa harus datang langsung ke kantor BPJS Kesehatan," katanya.
Baca juga: BPJS Kesehatan ingatkan jamaah calon haji pastikan JKN aktif
Inovasi yang dihadirkan BPJS Kesehatan tersebut menurut Fadli sangat memudahkan, apalagi bagi masyarakat yang tinggal jauh dari kantor layanan.
Menurut Fadli, manfaat paling dirasakan kini sudah dapat menggunakan Kartu Indonesia Sehat (KIS) digital saat mengakses pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan rujukan sesuai prosedur yang berlaku.
“Yang paling penting bagi saya sekarang sudah bisa menggunakan KIS digital ketika berobat nanti di Kota Ternate sesuai rujukan yang saya miliki. Jadi saya tidak perlu lagi repot membawa kartu fisik ataupun banyak berkas lainnya. Ditambah lagi ada antrean online yang membuat pelayanan jadi lebih praktis dan efisien,” ungkapnya.
Ia juga berharap inovasi layanan digital BPJS Kesehatan seperti Mobile JKN dan Pandawa dapat terus dikembangkan agar semakin memudahkan peserta dalam mengakses layanan kesehatan maupun administrasi kepesertaan.
“Semoga kemudahan akses seperti ini terus ditingkatkan. Bagi peserta yang sebelumnya sudah pernah menggunakan layanan digital seperti saya, tentu ini sangat membantu dan memberikan kenyamanan. Pelayanan jadi lebih cepat, praktis, dan tidak menyulitkan peserta,” ucap Fadli.
Baca juga: Wamenkes: Keselamatan pasien fondasi utama perluasan layanan JKN





