Tim Penjinak Bom (Jibom) Gegana Brimob Polda Papua menemukan satu granat aktif jenis nanas saat melakukan sterilisasi di lokasi ledakan yang diduga berasal dari bom peninggalan Perang Dunia II di Kabupaten Biak Numfor.
Temuan tersebut menambah kewaspadaan aparat setelah insiden ledakan yang menimbulkan korban jiwa dan kerusakan cukup besar di kawasan tersebut.
Granat aktif itu ditemukan saat tim Jibom melakukan penyisiran di Tempat Kejadian Perkara (TKP) pada Senin (1/6/2026).
Aparat kemudian memastikan benda berbahaya tersebut langsung dimusnahkan di lokasi pada Senin sekitar pukul 18.00 WIT demi mencegah risiko ledakan susulan.
AKBP Ari Trestiawan Kapolres Biak Numfor mengatakan, proses pembersihan area belum dapat dilakukan secara menyeluruh karena tim Jibom baru tiba di lokasi pada sore hari. Ia menegaskan bahwa sterilisasi kawasan menjadi prioritas sebelum penyidik melakukan olah TKP.
“Karena masih menunggu pembersihan yang dilakukan tim Jibom Gegana maka olah TKP juga belum dilakukan,” kata Ari Trestiawan dilansir dari Antara.
Ia juga menambahkan bahwa proses investigasi harus menunggu hasil sterilisasi menyeluruh dari bahan peledak yang mungkin masih tersisa di lokasi kejadian.
“Penyidik belum melakukan olah TKP karena masih menunggu tim Jibom melakukan sterilisasi kawasan itu dan menyatakan bebas dari bahan peledak,” ujarnya.
Sementara itu, aparat kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak memasuki area terdampak hingga lokasi benar-benar dinyatakan aman. Langkah ini diambil untuk menghindari potensi bahaya lanjutan di tengah proses pembersihan sisa bahan peledak peninggalan perang.
Ledakan yang diduga berasal dari bom Perang Dunia II sebelumnya terjadi di Kompleks Perikanan, Distrik Biak Kota, pada Minggu (31/5/2026) sekitar pukul 14.45 WIT.
Peristiwa tersebut menyebabkan lima orang meninggal dunia, masing-masing DR (41), MR (24), KA (25), IR (7), dan IsR (5).
Selain korban jiwa, insiden tersebut juga mengakibatkan tiga orang dinyatakan hilang, 19 orang mengalami luka-luka, serta sembilan rumah rusak yang dihuni 10 kepala keluarga dengan total 55 jiwa.
Seluruh warga terdampak saat ini masih ditampung sementara di lokasi pengungsian yang disiapkan pemerintah daerah setempat.
Hingga kini, proses pembersihan area oleh Jibom Gegana Brimob Polda Papua masih akan dilanjutkan pada Selasa (2/6/2026) untuk memastikan tidak ada lagi sisa bahan peledak yang membahayakan warga maupun petugas di lapangan. (ant/saf/ipg)




