Ada Darije Kalezic di Antara Pesan Ahmad Amiruddin: PSM Makassar Siap Melesat Musim Depan!

harianfajar
3 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Musim 2025/2026 akhirnya berakhir untuk PSM Makassar. Namun bagi Pasukan Ramang, berakhirnya kompetisi bukan berarti pekerjaan selesai. Justru sebaliknya, fase terpenting baru saja dimulai.

Kekalahan 0-2 dari Madura United pada laga terakhir menjadi penutup yang pahit bagi perjalanan PSM musim ini. Hasil tersebut sekaligus mengakhiri sebuah musim yang penuh gejolak, ketidakpastian, dan tekanan.

Klub yang hanya dua musim lalu berdiri gagah sebagai juara Liga 1 Indonesia kini harus puas mengakhiri musim di papan bawah klasemen. Sebuah kenyataan yang sulit diterima oleh suporter yang selama ini terbiasa melihat Juku Eja bersaing di papan atas.

Karena itu, ketika caretaker pelatih Ahmad Amiruddin berbicara seusai pertandingan, pesannya terasa lebih dari sekadar evaluasi rutin akhir musim.

Ada nada peringatan.

Ada pula isyarat perubahan besar.

Menurut Ahmad Amiruddin, posisi PSM saat ini jelas tidak mencerminkan sejarah dan identitas klub. Sebagai tim yang pernah menjadi juara dan rutin bersaing di level atas sepak bola Indonesia, keberadaan PSM di papan bawah merupakan sesuatu yang tidak boleh terulang.

Karena itulah ia secara terbuka menyampaikan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap tim.

Pernyataan tersebut sebenarnya menjadi sinyal paling jelas bahwa PSM sedang bersiap memasuki fase baru.

“Semua harus dievaluasi.”

Kalimat itu mungkin terdengar sederhana. Namun dalam dunia sepak bola profesional, kalimat tersebut sering menjadi pertanda bahwa perubahan besar sedang disiapkan.

Evaluasi tidak hanya menyentuh pemain. Evaluasi juga menyangkut struktur tim, filosofi permainan, metode kerja, hingga arah pembangunan klub untuk beberapa tahun ke depan.

Dan ketika berbicara tentang arah baru PSM, satu nama mulai muncul semakin kuat di tengah publik sepak bola Makassar: Darije Kalezic.

Rumor kepulangan pelatih asal Bosnia itu memang terus berkembang dalam beberapa pekan terakhir. Bahkan berbagai informasi menyebutkan bahwa kesepakatan antara manajemen PSM dan Darije telah tercapai, tinggal menunggu proses penandatanganan kontrak.

Jika benar demikian, maka pesan Ahmad Amiruddin dan kehadiran Darije Kalezic sebenarnya berada dalam satu garis cerita yang sama.

Keduanya berbicara tentang perubahan.

Keduanya berbicara tentang membangun ulang PSM Makassar.

Darije bukan sosok asing bagi publik Makassar. Ia pernah menghadirkan salah satu momen paling bersejarah dalam perjalanan klub saat membawa PSM menjuarai Piala Indonesia 2019.

Trofi tersebut terasa sangat spesial karena mengakhiri penantian panjang selama 19 tahun tanpa gelar nasional.

Namun yang menarik, banyak pihak menilai proyek Darije sebenarnya tidak pernah benar-benar selesai.

Saat datang ke Makassar pada 2019, ia mewarisi skuad yang sebagian besar telah dibentuk sebelumnya. Sang pelatih bahkan pernah mengungkapkan bahwa dirinya tidak sepenuhnya terlibat dalam proses pembentukan tim saat itu.

Karena itu, ketika kini namanya kembali dikaitkan dengan PSM, muncul keyakinan bahwa ia bisa mendapatkan kesempatan kedua untuk membangun tim sesuai dengan visi yang selama ini ingin diterapkannya.

Situasi yang dihadapi PSM saat ini juga berbeda dibanding beberapa tahun lalu.

Klub sedang berada dalam fase transisi besar. Sejumlah pemain senior diperkirakan meninggalkan tim. Beberapa pemain asing juga telah mengakhiri kontraknya. Di saat yang sama, PSM harus menghadapi keterbatasan akibat berbagai persoalan yang muncul sepanjang musim.

Dalam kondisi seperti itu, klub membutuhkan pelatih yang tidak hanya mampu mengejar hasil instan, tetapi juga sanggup membangun fondasi jangka panjang.

Karakter tersebut melekat pada sosok Darije Kalezic.

Ia dikenal sebagai pelatih yang menyukai proses. Ia tidak hanya fokus pada pertandingan akhir pekan, tetapi juga memperhatikan bagaimana sebuah tim berkembang dari waktu ke waktu.

Filosofi itu sejalan dengan pesan Ahmad Amiruddin yang meminta manajemen memanfaatkan lisensi klub Asia sebagai pijakan untuk membangun organisasi yang lebih kuat dan profesional.

Lisensi Asia bukan sekadar dokumen administratif. Lisensi tersebut menunjukkan bahwa PSM memiliki standar yang memungkinkan mereka bersaing di level yang lebih tinggi.

Namun standar itu harus dibarengi dengan kualitas tim yang memadai.

PSM membutuhkan skuad yang lebih kompetitif.

PSM membutuhkan identitas permainan yang jelas.

PSM membutuhkan stabilitas.

Dan yang tidak kalah penting, PSM membutuhkan harapan baru.

Harapan itulah yang saat ini mulai tumbuh di tengah suporter.

Meski musim berakhir dengan kekecewaan, banyak pendukung Juku Eja justru melihat situasi sekarang sebagai kesempatan untuk memulai sesuatu yang baru.

Mereka menyadari bahwa musim buruk terkadang diperlukan agar sebuah klub bisa melakukan refleksi mendalam dan memperbaiki fondasi yang selama ini rapuh.

Karena itu, perombakan skuad yang diisyaratkan Ahmad Amiruddin tidak sepenuhnya dipandang negatif.

Sebaliknya, langkah tersebut dianggap sebagai kebutuhan yang tidak bisa dihindari.

Apalagi jika benar Darije Kalezic akan menjadi arsitek baru PSM Makassar.

Dengan pengalaman yang pernah dimilikinya di Makassar, pemahaman terhadap kultur klub, serta kedekatan emosional dengan suporter, Darije dinilai memiliki modal yang cukup untuk memimpin kebangkitan Pasukan Ramang.

Tentu tidak ada jaminan bahwa musim depan akan langsung berjalan mulus.

Persaingan Liga Indonesia semakin ketat. Klub-klub lain juga terus berbenah. Tantangan yang menanti PSM tidak akan mudah.

Namun setidaknya, arah yang ingin dituju mulai terlihat.

Pesan Ahmad Amiruddin di akhir musim bukan hanya tentang evaluasi atas kegagalan. Pesan itu juga merupakan ajakan untuk menatap masa depan.

Dan jika Darije Kalezic benar-benar kembali ke Makassar, maka masa depan yang dimaksud bisa jadi sedang mulai disusun dari sekarang.

Sebab dalam sepak bola, kebangkitan besar sering kali dimulai dari musim yang paling mengecewakan.

Bagi PSM Makassar, musim 2025/2026 mungkin menjadi titik terendah. Tetapi dari titik itulah harapan untuk kembali melesat musim depan mulai tumbuh.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Timnas Indonesia vs Oman, John Herdman Ingin Skuad Garuda Belajar Cara Menang Lawan Tim Kuat Asia
• 11 jam lalukompas.tv
thumb
Mulai 1 Juni, Jemaah Haji Indonesia Gelombang Pertama Pulang ke Tanah Air
• 16 jam lalujpnn.com
thumb
Berlaku Se Indonesia, Pertamina Patra Niaga Turunkan Harga Avtur hingga 10 Persen
• 17 jam laluviva.co.id
thumb
Dua Lipa dan Callum Turner Dikabarkan Resmi Menikah dalam Acara Tertutup di London
• 16 jam lalupantau.com
thumb
Sopir Brio Diamuk Massa di Bekasi, Orang Tua Bantah Tabrak Lari
• 3 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.