Gila! Putin Ngamuk, Rusia Tembak 8.150 Drone ke Ukraina

cnbcindonesia.com
3 jam lalu
Cover Berita
Foto: Rusia terus melancarkan serangan ke Ukraina. Serangan drone Rusia di kota besar Ukraina, Kharkiv, menewaskan empat orang dan melukai 17 orang pada hari Minggu (23/11/2025) waktu setempat. (REUTERS/Anatolii Stepanov)

Jakarta, CNBC Indonesia - Rusia menembakkan rekor jumlah drone jarak jauh ke Ukraina pada Mei. Bahkan negeri Presiden Vladimir Putin itu telah meluncurkan 8.150 drone jarak jauh bulan lalu.

Hal ini terungkap dari perhitungan AFP, Senin (1/6/2026). Angka itu meningkat 24% dari jumlah yang ditembakkan pada April.

Serangan rekor baru ini terjadi setelah gencatan senjata tiga hari bulan lalu meningkatkan harapan untuk upaya perdamaian yang lebih luas. Sayangnya Kyiv dan Moskow saling menuduh melakukan pelanggaran dan meningkatkan serangan jarak jauh mereka.


Pilihan Redaksi
  • Ngeri! Prancis Berubah Bak 'Neraka', Paris Rusuh-800 Orang Ditangkap
  • Siaga Perang Pecah di Asia, China Ngamuk ke Jepang
  • Breaking News: Rudal & Drone Serang Kuwait
  • Media Asing Sorot Bom Perang Dunia II Meledak di Papua RI, Katakan Ini

Dalam laporan yang sama, disebutkan juga bagaimana Rusia juga menembakkan 211 rudal pada bulan Mei, salah satu angka bulanan tertinggi. Ini terjadi saat Ukraina meminta bantuan mendesak dari Amerika Serikat (AS) untuk pasokan amunisi bagi sistem anti-rudal Patriotnya.

Serangan rudal Rusia di Mei bahkan menjadi salah satu serangan terburuk di ibu kota Ukraina dalam beberapa bulan terakhir, usai menghantam sebuah gedung perumahan dan menewaskan dua lusin orang. Moskow bulan lalu juga mengerahkan rudal balistik berkemampuan nuklir yang dijuluki Oreshnik untuk ketiga kalinya ke tetangganya itu.

"Kyiv mencegat sekitar 91% dari semua drone dan rudal yang masuk pada bulan Mei," menurut data angkatan udara.

"Hal itu menunjukkan bagaimana Ukraina telah mempelopori sistem untuk mencegat drone jarak jauh tetapi tetap sangat bergantung pada sekutu Barat untuk melawan rudal," tambah AFP.

Sementara itu, para pejabat Ukraina telah berulang kali memperingatkan bahwa persediaan sistem anti-rudal dan amunisi semakin menipis. Presiden Volodymyr Zelenskyy juga kerao meminta bantuan langsung kepada Presiden AS Donald Trump untuk menembak jatuh rudal Rusia.

Defisit persenjataan Ukraina makin menjadi dengan perang di Timur Tengah, yang menyebabkan sekutu AS menghabiskan sejumlah besar amunisi pertahanan udara untuk melindungi lokasi di Teluk. Trump kembali ke Gedung Putih tahun lalu dengan berjanji untuk segera mengakhiri perang Ukraina, tetapi pembicaraan terhenti karena Moskow dan Kyiv tetap berselisih mengenai tuntutan teritorial Rusia.


(sef/sef) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Teknologi IoT Bikin Lampu Hemat Energi 80%-Pangkas Emisi Karbon

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Reaktivasi Bandara Husein Picu Dilema, Pariwisata Bandung Untung Kertajati Terancam
• 20 jam lalurepublika.co.id
thumb
Rahasia Mikha Tambayong Tampil Percaya Diri, Ternyata Pilih Perawatan yang Nyaman dan Natural
• 5 jam laluviva.co.id
thumb
Rusia Sebut Pencegatan Kapal Tanker Tagor oleh Prancis di Atlantik sebagai Tindakan Ilegal
• 4 jam lalupantau.com
thumb
Momen Prabowo Berdoa di Depan Peti Jenazah Ryamizard Ryacudu
• 15 jam lalukompas.com
thumb
Jalan Amblas di Lenteng Agung Ditargetkan Beroperasi Normal Awal Pekan Depan
• 17 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.