Ada Patung Soekarno di KBRI Roma

viva.co.id
10 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – KBRI Roma memperingati Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada 1 Juni 2026 dengan menggelar upacara sekaligus meresmikan patung Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno.

Duta Besar RI untuk Italia Junimart Girsang, dalam sambutannya menyampaikan bahwa patung Presiden Soekarno tersebut merupakan wujud penghormatan atas warisan diplomasi beliau, sekaligus simbol keberlanjutan semangat politik luar negeri bebas aktif yang terus dijaga dan dilestarikan oleh KBRI Roma hingga hari ini.

Baca Juga :
Bonnie Triyana Inisiasi Bulan Bung Karno 2026 di Banten, Kampanyekan Ajaran Sukarno
Paviliun Indonesia Raih 14 Kontrak Ekspor Senilai Rp 54,5 Miliar di Food and Hospitality Asia 2026

"Bung Karno mengajarkan kita bahwa diplomasi yang kuat lahir dari keberanian visi dan keyakinan diri sebagai bangsa,” kata Junimart dalam keterangan KBRI Roma, Senin.

“Semoga patung ini menginspirasi setiap diplomat dan warga Indonesia yang hadir di sini untuk terus membawa api perjuangan dan semangat yang sama—bahwa Indonesia adalah bangsa yang berdaulat, bermartabat, dan selalu hadir di panggung dunia,” tuturnya, menambahkan.

Patung perunggu yang berdiri di Wisma Duta KBRI Roma itu menggambarkan sosok Presiden Soekarno dalam pose penghormatan yang ikonik, tegak dengan tatapan lurus ke depan, berbusana pakaian dinas—melambangkan kekuatan, ketegasan, dan keberanian seorang pemimpin yang membawa nama Indonesia ke hadapan dunia.

Inisiatif KBRI Roma untuk menghadirkan patung ini tidak lepas dari sejarah panjang yang mengikat Indonesia, Italia, dan sosok Soekarno sendiri. Gedung KBRI Roma di Via Campania 55 dan Wisma Duta di Via Piemonte 123, diakuisisi atas perintah Presiden Soekarno dan resmi menjadi milik Pemerintah Indonesia pada Januari 1956, sebagai bagian dari visinya untuk menempatkan Indonesia secara prestisius di ibu kota negara-negara kunci dunia.

Tidak lama kemudian, pada 10–13 Juni 1956, Presiden Soekarno melakukan kunjungan kenegaraan pertamanya ke Italia dan disambut oleh Presiden Italia, Giovanni Gronchi, dalam pertemuan kenegaraan resmi di Istana Quirinale.

Dalam kunjungan yang sama, Presiden Soekarno bertemu Paus Pius XII di Vatikan dan menerima penghargaan Grand Cross of the Pian Order. Ia kembali mengunjungi Vatikan pada 1959 dan 1964, dan diterima masing-masing oleh Paus Yohanes XXIII dan Paus Paulus VI.

Cucu Soekarno, sekaligus Ketua DPR RI Puan Maharani, turut hadir sebagai inspektur upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di KBRI Roma.

Baca Juga :
Banyak yang belum Tau! Hari Kartini Pertama Kali Ditetapkan oleh Soekarno, Ini Sejarah Lengkapnya
KBRI Tokyo Belum Dapat Laporan Ada WNI Terkena Dampak Gempa Magnitudo 7,4 di Jepang
Pesan Menyentuh Dubes RI Rayakan Idul Fitri di Tengah Salju Minus 7 Derajat Celcius

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PSG Dominasi Team Of The Season, Kvaratskhelia Jadi Pemain Terbaik Liga Champions 2025/2026
• 17 jam lalumedcom.id
thumb
Adhisty Zara Bikin Heboh Usai Umumkan Pernikahan dan Kehamilan, Ibu Sang Artis Tulis Pesan Mengejutkan
• 23 jam lalugrid.id
thumb
Ragunan Siapkan 27 Titik Parkir Antisipasi Lonjakan Pengunjung
• 14 jam laluliputan6.com
thumb
Foto: Timnas Indonesia Matangkan Persiapan Hadapi Oman dan Mozambik
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Persebaya Surabaya Resmi Pertahankan Francisco Rivera dan Jefferson Silva, Depak Empat Legiun Asing
• 56 menit laluharianfajar
Berhasil disimpan.