HARIAN.FAJAR.CO.ID, SURABAYA – Persebaya Surabaya mulai menyusun kekuatan baru lebih cepat dibanding pesaingnya. Terbaru, resmi mempertahankan Francisco Rivera dan Jefferson Silva. Di saat yang sama, empat pemain asing didepak dari Bajul Ijo. Keputusan tersebut menjadi sinyal bahwa manajemen meningkatkan daya saing di Super League 2026/2027.
Kedua pemain yang diperpanjang kontraknya memiliki nilai pasar yang tidak sedikit. Francisco Rivera tercatat bernilai sekitar Rp6,95 miliar, sementara Jefferson Silva berada di angka Rp4,78 miliar. Dengan total mencapai Rp11,73 miliar, mempertahankan keduanya menjadi investasi penting bagi Green Force.
Rivera Jadi Nyawa Permainan
Di antara seluruh pemain Persebaya musim lalu, nama Francisco Rivera menjadi salah satu yang paling bersinar. Gelandang asal Meksiko tersebut tampil konsisten sepanjang musim sebagai kreator serangan sekaligus penentu hasil pertandingan.
Pelatih Bernardo Tavares menyambut positif keberhasilan klub mengamankan kontrak Rivera untuk tiga musim ke depan. Menurutnya, kualitas sang pemain sulit dicari penggantinya.
“Rivera adalah pemain spesial bagi Persebaya. Sejak Januari, performanya sangat konsisten, baik lewat gol maupun assist yang dia ciptakan untuk tim,” kata Tavares.
Performa Rivera memang berbicara banyak. Dalam 30 pertandingan selama musim 2025/2026, pemain berusia 30 tahun itu mengemas 13 gol dan 10 assist. Catatan tersebut menempatkannya sebagai salah satu pemain paling produktif di kompetisi.
Tidak hanya itu, kontribusinya juga mengantarkan Rivera masuk dalam jajaran Best XI Super League 2025/2026.
“Dia tampil dalam 30 pertandingan dengan catatan 13 gol dan 10 assist. Statistik itu menunjukkan kontribusinya sangat besar untuk tim. Selain itu, dia juga masuk dalam Best XI liga. Itu menjadi bukti kualitas dan konsistensinya sepanjang musim,” tegas Tavares.
Bagi pelatih asal Portugal tersebut, mempertahankan pemain dengan produktivitas seperti Rivera merupakan langkah strategis untuk menjaga ambisi tim musim depan.
“Karena itu, kami senang bisa mempertahankannya di Persebaya. Pemain dengan kualitas dan karakter seperti Rivera memang penting untuk dipertahankan,” ujarnya.
Meski menjadi salah satu pemain terbaik Persebaya musim lalu, Rivera tidak luput dari evaluasi. Salah satu aspek yang mendapat perhatian khusus adalah pengendalian emosi saat pertandingan.
Sepanjang musim, Rivera menerima dua kartu merah, masing-masing ketika menghadapi Persib Bandung dan Persik Kediri. Tavares berharap pengalaman tersebut bisa menjadi pelajaran agar sang gelandang tampil lebih matang.
“Memang ada catatan soal dua kartu merah yang didapatkannya musim ini. Itu tentu menjadi hal yang harus diperbaiki. Tetapi di luar itu, Rivera menunjukkan kualitas sebagai pemimpin, baik di pertandingan maupun saat latihan,” ulasnya.
Menurut Tavares, kepemimpinan Rivera tidak hanya terlihat saat pertandingan berlangsung. Kehadirannya di ruang ganti juga memberikan pengaruh besar terhadap atmosfer tim.
“Dia memiliki sikap yang baik dan bisa menjadi contoh bagi pemain lain. Tidak hanya berkontribusi secara individu, tetapi juga bekerja keras untuk kepentingan tim,” jelas Tavares.
Jefferson Kokoh di Sisi Kiri
Selain Rivera, Persebaya juga memastikan Jefferson Silva tetap menjadi bagian dari skuad melalui kontrak jangka panjang.
Keputusan ini dinilai sangat logis mengingat bek kiri asal Brasil tersebut langsung memberikan dampak positif sejak bergabung pada putaran kedua musim lalu.
Jefferson cepat beradaptasi dan segera menjadi pilihan utama di sektor kiri pertahanan. Dalam 17 penampilannya bersama Green Force, pemain berusia 29 tahun itu mencatatkan satu gol dan tiga assist.
Kontribusinya tidak hanya terlihat dalam bertahan, tetapi juga saat membantu membangun serangan dari sisi lapangan.
“Jefferson adalah pemain yang memberikan kontribusi besar bagi tim musim ini. Dari 17 penampilannya, dia mencatatkan satu gol dan tiga assist, serta tampil dalam hampir seluruh menit pertandingan yang dijalaninya. Itu menunjukkan betapa penting perannya bagi tim,” ujar Tavares.
Karakter bermain yang agresif membuat Jefferson menjadi salah satu elemen penting dalam skema permainan Persebaya. Kemampuannya menjaga keseimbangan antara bertahan dan menyerang menjadi alasan utama manajemen mempertahankannya.
Empat Legiun Asing Resmi Berpisah
Di balik kabar bertahannya Rivera dan Jefferson, Persebaya juga harus mengucapkan selamat tinggal kepada empat pemain asing.
Mereka adalah Milos Raickovic, Bruno Paraiba, Gustavo Fernandes, dan Pedro Matos yang dipastikan tidak lagi menjadi bagian dari skuad musim depan.
Nama terakhir yang menyampaikan salam perpisahan adalah Milos Raickovic. Gelandang asal Montenegro itu resmi berpamitan pada Senin (1/6/2026) melalui akun Instagram pribadinya.
Raickovic menutup kiprahnya bersama Persebaya setelah mencatatkan 33 pertandingan, mencetak tiga gol, menyumbang empat assist, dan mengoleksi total 2.618 menit bermain sepanjang musim 2025/2026.
Selama satu musim terakhir, Raickovic menjadi salah satu pemain yang berperan penting di lini tengah Persebaya. Kehadirannya membantu menjaga keseimbangan permainan sekaligus memberikan kontribusi dalam fase menyerang.
Selain produktif, pemain berusia 31 tahun tersebut juga dikenal cukup disiplin. Sepanjang musim, ia hanya menerima empat kartu kuning meski tampil dalam puluhan pertandingan.
Tingginya menit bermain yang mencapai 2.618 menit menunjukkan besarnya kepercayaan yang diberikan tim pelatih kepadanya.
Dalam unggahannya, Raickovic menyampaikan ucapan terima kasih kepada hampir seluruh elemen klub yang telah mendukungnya selama membela Persebaya.
“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua orang di klub (kecuali satu orang) atas dukungan, kepercayaan, dan momen-momen yang kita lalui bersama selama saya berada di Persebaya,” tulis Milos Raickovic di kanal Instagram pribadinya.
Ia juga mengungkapkan kebanggaannya pernah mengenakan seragam Green Force selama berkarier di Indonesia.
“Sungguh suatu kehormatan dan hak istimewa untuk mengenakan seragam Persebaya.” (*)





