TEHERAN, KOMPAS.TV - Iran menegaskan akan menghentikan negosiasi untuk akhiri perang dengan Amerika Serikat (AS).
Penghentian negosiasi tersebut dikarenakan serangan Israel ke Lebanon yang semakin masif.
Kantor Berita Tasnim mengungkapkan Iran tak akan melakukan pembicaraan dengan Iran hingga operasi Israel di Lebanon dan Gaza dihentikan.
Baca Juga: Israel Dikecam Pemimpin Eropa yang Juga Sekutunya Usai Lakukan Ekspansi Lebih Dalam ke Lebanon
Kantor berita yang terafiliasi dengan Garda Revolusi Iran (IRGC) itu menegaskan tim negosiasi mereka menarik diri dari pertukaran pesan dengan AS yang dilakukan melalui mediator.
“Mengingat kejahatan yang terus dilakukan rezim Zionis di Lebanon dan mengingat bahwa Lebanon adalah salah satu prasyarat gencatan senjata dan bahwa gencatan senjata ini sekarang telah dilanggar di semua lini, termasuk Lebanon, tim negosiasi Iran menangguhkan dialog dan pertukaran teks melalui mediator,” bunyi laporan Tasnim, Senin (1/6/2026).
Mereka juga mengatakan penghentian segera operasi agresif dan brutal rezim Zionis di Gaza dan Lebanon serta perlunya penarikan penuh rezim dari wilayah pendudukan di Lebanon telah ditekankan oleh para pejabat dan negosiator Iran.
“Dan, tidak akan ada pembicaraan sampai Iran dan perlawanan menyepakati hal tersebut
Media itu juga melaporkan Iran proksi akan berupaya sepenuhnya memblokir Selat Hormuz.
Mereka juga mengatakan Iran akan mengaktifkan “front lain”, termasuk Selat Bab el-Mandem, yang terletak di lepas pantai Yaman, di seberang Semenanjung Arab dari Selat Hormuz.
Penulis : Haryo Jati Editor : Gading-Persada
Sumber : Tasnim
- lebanon
- iran
- negosiasi
- amerika serikat
- serangan israel
- hizbullah





