Dedi Mulyadi Geram dengan Turunnya Moral Generasi Muda, Orang Tua Kerja Keras, Anak Enak Foya-foya

tvonenews.com
7 jam lalu
Cover Berita

Banjar, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kritik keras terhadap penurunan moral generasi muda.

Hal itu Dedi sampaikan saat sambutan dalam pelaksanaan ibadah shalat Idul Adha di kawasan Mekarharja, Kota Banjar pada Rabu (27/5/2026) lalu.

Pria yang akrab disapa KDM ini menyampaikan pidato reflektif mengenai beberapa hal terkait hakikat pengorbanan pemimpin, evaluasi anggaran daerah, serta kritik social.

Namun yang menjadi perhatian, kritik tajam KDM  terhadap pergeseran moral generasi muda.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM).
Sumber :
  • Antara

KDM menyoroti paradoks perilaku masyarakat modern dalam hal prioritas ekonomi dan pendidikan anak. 

Ia menegaskan bahwa negara tekah menjamin sekolah gratis hingga tingkat SMA bagi warga tidak mampu, termasuk memberikan subsidi penuh bagi anak miskin yang bersekolah di institusi swasta melalui kerja sama pemerintah.

Namun, KDM menyayangkan mentalitas sebagian orang tua yang kerap mengeluh tidak memiliki uang untuk keperluan pendidikan, tetapi sangat konsumtif untuk gaya hidup.

“Kalau untuk bayaran atau sumbangan sekolah Rp 100.000, ributnya bisa sealam dunia. Tapi untuk beli HP baru, beli motor, atau uang jajan anak Rp30.000 setiap hari, mereka diam saja tidak pernah mengeluh,” kritik KDM.

Ia membandingkan etos kerja generasi tahun 1980-an dan 1990-an dengan generasi masa kini. Menurutnya, dahulu anak-anak desa kerap membantu orang tua secara fisik: menumbuk padi, memikul kayu bakar, pergi ke sawah, dan berkebun. 

Berbeda, fenomena hari ini yang menunjukkan banyak orang tua yang bekerja keras hingga tubuhnya bungkuk dan kelelahan, sementara anak-anak mereka justru hidup bermewah-mewahan mengandalkan gawai dan sepeda motor.

KDM pun memberikan peringatan bahwa penetrasi gawai dan sepeda motor yang tidak terkontrol dapat merusak mentalitas generasi muda Jawa Barat secara sistematis.

“Dulu anak-anak menunduk melihat cangkul (bekerja), mendongak melihat masa depan. Sekarang, menunduk melihat HP, mendongak melihat motor. HP butuh kuota, motor butuh BBM, padahal penghasilan orang tua makin turun,” katanya..

Dampak berantai dari gaya hidup ini dinilainya sangat merusak tatanan keluarga. Ketika anak menuntut fasilitas di luar kemampuan ekonomi, orang tua yang terjebak gengsi akhirnya menempuh jalan pintas dengan meminjam uang ke “Bank Emok” (rentenir keliling) atau Pinjaman Online (Pinjol) ilegal. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Simpan DHE SDA di Dalam Negeri, Eksportir Bisa Nikmati Tarif PPh 0 Persen
• 22 jam lalukompas.tv
thumb
Respons Astra Agro Lestari (AALI) Soal PP Ekspor SDA
• 10 jam lalubisnis.com
thumb
Trump Sebut Draf Kesepakatan dengan Iran Tegas soal Larangan Senjata Nuklir
• 8 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Prabowo Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila, Dihadiri Megawati hingga JK
• 4 jam laludisway.id
thumb
Daftar Pemain Indonesia di Indonesia Open 2026, Total Ada 21 Wakil di Lima Sektor
• 4 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.