JAKARTA, KOMPAS.com - Warga korban kebakaran di kawasan Kampung Pasar Jiung, Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, mengaku mendengar rentetan ledakan saat api mulai membesar pada Senin (1/26/2026) malam.
Revi (28) salah satu warga RT 02 RW 05 menyebut ia baru mengetahui adanya kebakaran saat api sudah membesar di area tengah permukiman.
Menurut dia, saat keluar, rumah di sekitarnya memang belum terbakar, tetapi tercium bau gosong yang sangat pekat dan asap yang membuat sesak.
Baca juga: Situasi Terkini Kebakaran Permukiman Kawasan Pasar Jiung Kemayoran, Terdengar Suara Ledakan
"Kurang lebih jam sembilan (malam) itu keluar rumah digedor emak udah ada asap kecium, ternyata di belakang udah gede," kata Revi saat ditemui Kompas.com di lokasi, Senin malam.
Revi menyebut saat melihat api, ia langsung mengambil ponsel dan dompetnya ke dalam rumah, lalu berlari ke arah jalan raya untuk menyelamatkan diri.
"Nah di situ udah ke luar tapi sempat masuk lagi ngambilin barang, dari arah dekat Masjid hijau itu ada kayak ledakan, dia satu ledakan gede terus ada kayak yang (ledakan) kecil-kecilnya juga, kurang lebih tiga kali," ucapnya.
Baca juga: Kebakaran Melanda Kemayoran Jakpus, Transjakarta Alihkan Rute 14 JIS - Senen
Ledakan itu pun kembali berulang selama beberapa kali.
Revi menyebut jumlah ledakan yang ia dengar kurang lebih mencapai tujuh kali.
"Ini sampai damkar udah nyiram aja masih banyak, dia pas meledak makin gede makin gede (apinya)," ujar Revi.
Senada, Dewi (50) warga lainnya membenarkan adanya ledakan ketika api terus membesar dan melahap permukiman.
Bahkan, ia mengaku melihat sejumlah rumah tetangganya sudah rata dengan tanah dan temboknya roboh terkena api saat hendak menyelamatkan surat berharga rumahnya.
Baca juga: Kebakaran Rumah di Kemayoran Jakpus, Damkar Antisipasi Perambatan Api
"Memang ada (ledakan) terus ada kayak percikan api nya gitu, di dalam tuh rumah-rumah beberapa udah rata, pada ambruk," kata dia.
Berdasarkan informasi awal yang ia dapatkan, kebakaran diduga disebabkan oleh masalah kompor di salah satu rumah yang kemudian meledak dan membakar permukiman.
Menurut dia, api bisa membesar dengan cepat karena mayoritas bangunan di dalam Kampung Pasar Jiung adalah rumah semi permanen yang memudahkan adanya rembetan api.
"Karena kan di dalam itu banyak yang masih pakai papan doang atau temboknya (pakai) seng, jadi gampang nyambar kalau kena api, memang ya ada kumuhnya," tuturnya.
Ia pun berharap proses pemadaman dapat segera selesai secepatnya dan tidak menimbulkan korban luka maupun jiwa.
"Ya doanya semoga bisa cepat padam, jangan sampai besar lagi, jangan lama-lama lah dan bisa ditempatin lagi (rumahnya)," tutup dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




