REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Perundingan perdamaian yang tengah berlangsung antara Iran dan Amerika Serikat (AS) tetancam bubar jalan. Tasnim pada Senin (1/6/2026) melaporkan bahwa Iran memutuskan untuk menghentikan sementara semua proses perundingan dengan AS sebagai bentuk protes terhadap rezim zionis Israel yang terus membombardir Lebanon dan Gaza.
Dilansir Mehr News, tim negosiasi menghentikan sementara "dialog dan pertukaran teks lewat mediator." Pejabat dan negosiator Iran menegaskan bahwa penghentian segara agresi dan operasi brutal rezim zionis di Gaza dan Lebanon dan perlunya penarikan pasukan Israel keluar dari wilayah pendudukan di Lebanon selatan menjadi tuntutan mereka, dan menegaskan tidak akan ada pembicaraan lanjutan hingga Iran dan aliansi perlawanan setuju atas respons terhadap tuntutan itu.
- Iran Pamerkan Kapal Perang '27 Rajab', Kecepatan Tembus 185 Km per Jam Dilengkapi Rudal Jarak Jauh
- Israel Terus Bombardir Lebanon dan Gaza, Iran Tangguhkan Perundingan Damai dengan AS
- Beri Peringatan Netanyahu, Iran Pastikan tak akan Ragu Bantu Lebanon Melawan Agresi Ilegal Israel
Selain itu, Front Perlawanan dan Iran juga mengancam akan memblokir penuh Selat Hormuz dan mengaktifkan front lain, termasuk Selat Bab al-Mandab Strait, dalam rangka menghukum zionis dan pendukungnya.




