Paris: Lebih dari satu juta orang di wilayah Paris, Prancis, tinggal di kawasan yang berisiko terdampak banjir besar seperti bencana Sungai Seine pada 1910, menurut studi terbaru yang dirilis Paris Region Institute (IPR).
Laporan yang dipublikasikan pada Senin, 1 Juni 2026 itu menyebut lebih dari 8 persen populasi wilayah Ile-de-France berada di area rawan banjir akibat meluapnya Sungai Seine dan Marne.
Dikutip dari media Anadolu, studi tersebut juga menemukan sekitar 555 ribu rumah, sebagian besar berupa apartemen, berada di zona rawan banjir.
Meski sungai-sungai di kawasan Paris dikenal memiliki kenaikan air yang relatif lambat, IPR memperingatkan banjir besar tetap dapat menyebabkan gangguan luas dan kerusakan serius.
Laporan itu menyoroti pentingnya identifikasi serta edukasi terhadap warga yang tinggal di wilayah rawan banjir, terutama dengan mengingat banjir besar Sungai Seine pada Januari 1910.
Saat itu, permukaan air naik lebih dari satu meter dan menyebabkan banyak kawasan di Paris terendam selama berminggu-minggu.
Menurut studi tersebut, Paris dan wilayah pinggiran dalam kota menyumbang lebih dari 70 persen populasi yang berpotensi terdampak banjir besar.
Distrik ke-15 Paris menjadi wilayah dengan jumlah penduduk paling banyak berada di area berisiko, yakni hampir 70 ribu orang, terutama di sekitar kawasan Beaugrenelle di tepi Sungai Seine. Zona Rawan Banjir Sementara itu, Alfortville di tenggara Paris disebut sebagai wilayah yang secara proporsional paling rentan, dengan sekitar 45 ribu warga tinggal di zona rawan banjir.
Wilayah lain yang juga tergolong berisiko tinggi antara lain Asnieres-sur-Seine, Gennevilliers, Colombes, dan Creteil.
IPR juga mencatat lebih dari 100 ribu rumah telah dibangun di zona rawan banjir sejak diterapkannya rencana pencegahan risiko banjir pada awal 2000-an.
Meski kebijakan tersebut dinilai berhasil membatasi ekspansi kota ke area berisiko tinggi, peningkatan kepadatan hunian di wilayah rawan banjir masih menjadi tantangan besar.
Laporan itu memperingatkan bahwa warga yang tinggal di lantai atas bangunan pun tetap berpotensi terdampak akibat gangguan listrik, pasokan air minum, dan transportasi jika banjir besar terjadi.
Proyeksi terpisah dari Paris Urban Planning Workshop memperkirakan banjir sebesar bencana 1910 dapat memengaruhi sekitar 600 ribu orang di kawasan Greater Paris, menyebabkan lima juta warga kehilangan akses air minum, dan memutus pasokan listrik bagi satu juta orang.
Baca juga: Banjir Landa Prancis Selatan, Tiga Orang Tewas Dua Hilang



