Harga Bensin Meroket Tajam karena Perang Iran dan Amerika, Trump: Rakyat Akan Mengerti

wartaekonomi.co.id
9 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengaku tidak khawatir terhadap potensi lonjakan harga bensin yang membebani masyarakat Amerika akibat perang dan ketegangan terbaru dengan Iran.

Pernyataan itu muncul saat harga minyak dunia sempat melonjak setelah media pemerintah Iran melaporkan penghentian negosiasi dengan AS serta langkah pengetatan kontrol di Selat Hormuz, salah satu jalur energi terpenting dunia.

Baca Juga: 'Kami Sudah Tak Peduli,' Amerika Beri Lampu Merah Soal Negosiasi dengan Iran

Meski kondisi tersebut berpotensi meningkatkan biaya energi bagi masyarakat Amerika, Trump justru menilai dampaknya tidak akan menjadi masalah besar.

"Saya pikir harga minyak akan turun seperti batu dalam waktu dekat," kata Trump kepada CNBC, dikutip Selasa (2/6/2026).

Trump bahkan menegaskan masyarakat AS akan memahami apabila harga bensin naik sementara waktu selama konflik berlangsung.

Menurutnya, publik akan bersedia menanggung biaya tambahan apabila memahami bahwa tujuan utama kebijakan AS adalah mencegah Iran memperoleh senjata nuklir.

"Begitu Anda menjelaskan bahwa ini semua tentang Iran memiliki senjata nuklir, orang-orang akan bersedia membayar sedikit lebih mahal," ujarnya.

Komentar tersebut muncul ketika banyak analis memperingatkan bahwa gangguan pelayaran di Selat Hormuz dapat mengerek harga minyak global dan berdampak langsung pada harga bahan bakar di Amerika Serikat.

Selat Hormuz selama ini menjadi jalur transit bagi sekitar seperlima perdagangan minyak dunia. Setiap ketegangan di kawasan tersebut berpotensi memicu gejolak pasar energi internasional.

Meski demikian, Trump tetap optimistis tekanan harga tidak akan berlangsung lama. Ia berulang kali menegaskan Amerika memiliki produksi energi domestik yang besar sehingga mampu menghadapi gejolak pasokan global.

Baca Juga: Kekalahan Amerika Serikat di Timur Tengah Sudah Jelas di Mata Dunia, Begini Kata Jenderal Iran

Sikap Trump itu sekaligus menunjukkan bahwa Gedung Putih lebih memprioritaskan tekanan terhadap Iran dibanding kekhawatiran jangka pendek terkait kenaikan biaya hidup yang mungkin dirasakan masyarakat Amerika.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Premi Asuransi Jiwa Turun 0,5% pada Kuartal I-2026 Jadi Rp47,27 Triliun
• 1 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Citra Tubindo (CTBN) Bagikan Dividen Rp465 per Saham, Ini Jadwal Lengkapnya
• 4 jam laluidxchannel.com
thumb
5 Cara Mudah Menghemat Lebih Banyak Waktu Setiap Hari
• 4 jam lalubeautynesia.id
thumb
Hari Lahir Pancasila, Momen Masyarakat di Papua Memaknai Bhinneka Tunggal Ika
• 17 jam laluokezone.com
thumb
Asuransi Jasindo Bayarkan Klaim Rp6,93 Miliar kepada Grup Sungai Budi Usai Insiden Kapal BSP VII Tenggelam
• 16 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.