Agus Jabo Gaungkan Revolusi Ekonomi Kerakyatan, PRIMA Tegaskan Komitmen Menangkan Pancasila

disway.id
6 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID -- Ketua Umum Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA) Agus Jabo Priyono menyerukan pentingnya memenangkan Pancasila melalui revolusi ekonomi kerakyatan yang berlandaskan Pasal 33 UUD 1945 di Hari Ulang Tahun ke-5 PRIMA dimana bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. 

Seruan tersebut disampaikan dalam sikap politik PRIMA yang menegaskan dukungan terhadap arah pembangunan nasional Pemerintahan Prabowo-Gibran.

“Revolusi sudah dimulai dari istana. Revolusi adalah menjebol sistem lama yang gelap gulita, membangun sistem baru yang terang benderang! Mari kita sambut dan menangkan!” ujar Agus Jabo dalam pidato sikap politik di Jakarta, Senin, 1 Mei 2026.

BACA JUGA:Jadwal Libur Nasional dan Cuti Bersama Bulan Juni 2026 Sesuai SKB 3 Menteri, Apakah Ada Long Weekend?

Agus Jabo menegaskan bahwa arah pembangunan nasional harus kembali kepada cita-cita Proklamasi 17 Agustus 1945 dan Preambule UUD 1945.

Ia juga menyampaikan bahwa gagasan tersebut sejalan dengan ajaran Bung Karno mengenai pentingnya kedaulatan politik, kemandirian ekonomi, dan kepribadian dalam budaya. 

PRIMA menilai Pemerintahan Prabowo-Gibran telah meletakkan Pasal 33 UUD 1945 sebagai dasar arah pembangunan nasional. Pasal 33 UUD 1945 merupakan landasan konstitusional sistem perekonomian Indonesia. 

Hal itu terlihat dari berbagai program yang diarahkan untuk memperkuat kemandirian pangan dan energi, hilirisasi sumber daya alam, pembangunan industri nasional, serta penguatan sumber daya manusia.

BACA JUGA:Teddy Ungkap Alasan Prabowo Rajin ke Luar Negeri: Kita Harus Panen Hubungan Baik

Agus Jabo menyebut sejumlah program seperti Makan Bergizi Gratis, Cek Kesehatan Gratis, Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, Koperasi Desa Merah Putih, dan Kampung Nelayan Merah Putih sebagai bagian dari gerakan perubahan yang bertujuan memuliakan kehidupan rakyat Indonesia.

Agus Jabo mengatakan bahwa ekonomi Pancasila bukan berarti swasta sepenuhnya menguasai ekonomi dan negara.

Ekonomi Pancasila juga bukan berarti negara sepenuhnya menguasai seluruh kegiatan ekonomi nasional.

Sebaliknya, ekonomi Pancasila menempatkan negara, swasta, dan rakyat dalam kerja bersama untuk mengatur perekonomian demi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

“Itulah ekonomi Pancasila, yang menjadi filosofi, landasan, dan bintang arah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujarnya.

BACA JUGA:Prabowo Biayai Sendiri Kelebihan Biaya Kunjungan Luar Negeri, Jumlah Rombongan Dipangkas Lebih dari 50 Persen

  • 1
  • 2
  • 3
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gapki dan APBI Soroti Kesiapan Sistem dan Mekanisme Operasional DSI
• 3 jam lalubisnis.com
thumb
Timnas Indonesia Matangkan Persiapan Hadapi Oman dan Mozambik di SUGBK
• 16 jam laluberitajatim.com
thumb
BPBD Cianjur Minta Warga Siaga 2 Hari, BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat di Jawa Barat
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
Program Lippo untuk Indonesia PASTI Antar LippoLand Raih Top CSR Awards 2026
• 3 jam lalujpnn.com
thumb
Kemenkeu Siap Lelang SBSN Hari Ini, Targetkan Rp12 Triliun
• 11 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.