BRIN Minta Maaf Gunakan Lambang Garuda Pancasila yang Tidak Sesuai

kompas.com
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengunggah permintaan maaf atas kesalahan penggunaan lambang negara, Garuda Pancasila dalam peringatan Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2026.

Unggahan permintaan maaf itu disampaikan BRIN melalui akun sosial media X @brin_indonesia, Senin (1/6/2026) pukul 17.00 WIB.

Dalam permohonan maaf tersebut, BRIN mengakui telah salah menayangkan konten dan menjadi pelajaran penting agar berhati-hati dalam proses pembuatan konten dan penyebarannya.

Berikut permintaan maaf lengkap BRIN dalam akun X:

PERMOHONAN MAAF

Baca juga: Peneliti BRIN: Jokowi Keliling Indonesia untuk Bantu PSI Lolos ke Parlemen

BRIN Indonesia menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kesalahan dalam tayangan konten peringatan Hari Lahir Pancasila yang telah kami bagikan.

Hal ini menjadi pelajaran bagi kami untuk lebih teliti, cermat, dan berhati-hati dalam proses pembuatan serta penyebaran konten di masa mendatang.

Sebagai bentuk tanggung jawab dan evaluasi internal, konten tersebut telah kami perbaiki.

Kami menghaturkan terima kasih atas perhatian, masukan, dan kontrol dari seluruh lapisan masyarakat kepada BRIN.

Baca juga: Aturan Penggunaan Lambang Garuda Pancasila di KUHP Dipersoalkan, Dinilai Ancam Nasionalisme

Garuda Pancasila dengan jumlah helai bulu yang tidak sesuai

Adapun permintaan maaf BRIN berkaitan dengan pengunggahan lambang Garuda Pancasila yang tidak sesuai diunggah sebagai peringatan Hari Lahir Pancasila.

Dalam unggahan tersebut terlihat lambang Garuda Pancasila tak sesuai dengan pakem yang ditentukan, seperti jumlah helai bulu pada ekor yang seharusnya berjumlah delapan.

Dilansir dari laman Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), jumlah helai bulu memiliki makna sendiri.

Baca juga: 3 Lagu untuk Prabowo di Lubang Buaya: Indonesia Pusaka, Bangun Pemudi Pemuda, Garuda Pancasila

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Misalnya, delapan bulu pada ekor menunjukkan bulan 8 atau Agustus, yaitu bulan kemerdekaan RI. Sedangkan bulu sayap kanan dan kiri masing-masing 17 melambangkan tanggal kemerdekaan Indonesia.

Kemudian jumlah bulu kecil pada ekor berjumlah 19, bulu kecil pada leher berjumlah 45 yang artinya 1945, tahun kemerdekaan RI.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bantah Persulit Ruben Onsu Ketemu Anak, Kuasa Hukum Sarwendah Sentil Nafkah yang Mandek
• 7 jam laluviva.co.id
thumb
Kabar Buruk bagi Persija Jakarta dan Persib Bandung: Borneo FC Beri Kode Keras Perpanjang Kontrak Mariano Peralta
• 19 jam laluharianfajar
thumb
Isak Tangis Keluarga Iringi Pemakanan 5 Korban Ledakan Bom Bekas PD II di Biak
• 15 jam lalujpnn.com
thumb
Tetangga RI Ini Selangkah Lagi Punya Jalur MRT Bawah Tanah Terpanjang
• 13 jam laluviva.co.id
thumb
Paradigma AI Era Ekonomi Tanpa Batas: dari Sekadar Alat Menjadi Penopang APBN
• 20 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.