REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN – Iran akhirnya menyertakan penghentian agresi Israel ke Gaza sebagai syarat dilanjutkannya perundingan gencatan senjata dengan AS. Kelanjutan genosida di Gaza, disebut pihak Iran sebagai bagian dari serangan terhadap republik Islam tersebut.
Pihak Iran pada Senin mengumumkan pihaknya menghentikan semua komunikasi dengan AS kecuali Israel menghentikan perluasan serangan militernya di Lebanon selatan, kata kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim.
Baca Juga
Citra Satelit Ungkap Kehancuran 20 Pangkalan AS di Teluk Akibat Balasan Iran
Trump Bekukan Serangan ke Lebanon, Netanyahu Membangkang, Iran Beri Peringatan Keras
Iran Ancam Serang Israel Utara Jika IDF Serang Beirut
“Mengingat berlanjutnya kejahatan rezim Zionis di Lebanon dan mempertimbangkan bahwa Lebanon adalah salah satu prasyarat gencatan senjata dan bahwa gencatan senjata ini kini telah dilanggar di semua lini, termasuk Lebanon, tim perunding Iran menghentikan 'pembicaraan dan pertukaran teks melalui mediator.'” bunyi lansiran Tasnim.
Iran juga menuntut diakhirinya “operasi militer yang agresif dan brutal di Gaza dan Lebanon” dan menyerukan “penarikan total Israel dari wilayah pendudukan di Lebanon.”
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Pengumuman Iran datang tak lama setelah militer Israel memperingatkan penduduk di pinggiran selatan Beirut, Dahiyeh, untuk meninggalkan wilayah tersebut sebelum rencana serangan udara. Menyusul ancaman Iran, Presiden AS Donald Trump menelepon Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk menghentikan serangan.
The Palestine Chronicles melansir, kelompok perlawanan Palestina menyambut baik keputusan Iran mengaitkan dimulainya kembali perundingan dengan diakhirinya perang dan agresi Israel di semua lini, termasuk Gaza dan Lebanon.
Warga mencoba menyelamatkan korban pengeboman Israel di dapur umum Deir Balah, Kota Gaza, Ahad (17/5/2026).
Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan semalam, faksi-faksi tersebut menggambarkan posisi Iran sebagai “sikap berprinsip” dan mengatakan hal itu mencerminkan dukungan lama Teheran terhadap rakyat Palestina, perlawanan mereka, dan wilayah yang lebih luas dalam menghadapi agresi yang didukung Israel dan AS.
Dalam pernyataannya, faksi perlawanan Palestina mengatakan posisi Iran merupakan kelanjutan dari “posisi otentiknya” terhadap rakyat Palestina dan masyarakat di wilayah tersebut. Mereka juga menyerukan apa yang mereka gambarkan sebagai “rakyat bebas” untuk bergerak mendukung rakyat Palestina dan Lebanon dalam menghadapi genosida dan agresi Israel-AS yang sedang berlangsung.
Faksi-faksi tersebut mengatakan bahwa agresi tersebut menargetkan “manusia dan batu,” dan menganggapnya sebagai bagian dari rencana ekspansionis Israel yang lebih luas.