Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus menunjukkan pelemahan. Berdasarkan data Bloomberg, Selasa (2/6), nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tembus Rp 17.888 sekitar pukul 09.19 WIB. Rupiah melemah 83,50 poin atau 0,47 persen
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS belum mengganggu kondisi perekonomian nasional. Menurutnya, pemerintah telah mengantisipasi pergerakan kurs dalam penyusunan APBN, sehingga kondisi fiskal masih tetap terjaga.
Purbaya mengatakan fokus pemerintah saat ini bukan semata-mata pada pergerakan nilai tukar, melainkan menjaga pertumbuhan ekonomi domestik agar tetap kuat dalam jangka pendek, menengah, dan panjang. Ia menilai fundamental ekonomi yang solid akan menjadi faktor utama yang menopang penguatan rupiah ke depan.
“Dari sisi anggaran, kami sudah memperhitungkan depresiasi rupiah hingga mendekati level saat ini. Jadi, anggaran negara masih dalam kondisi aman meskipun rupiah melemah ke posisi sekarang,” ujar Purbaya dalam konferensi pers di Wisma Danantara, Minggu (31/5).
Purbaya menjelaskan secara teori mata uang suatu negara akan mengikuti kekuatan perekonomiannya. Karena itu, pemerintah terus berupaya menjaga momentum pertumbuhan agar Indonesia tetap menjadi tujuan investasi yang menarik di tengah ketidakpastian global.
Purbaya menilai investor, baik foreign direct investment maupun investor portofolio, cenderung menempatkan dananya di negara yang memiliki prospek pertumbuhan ekonomi menjanjikan. Dengan kondisi tersebut, aliran modal yang masuk pada akhirnya dapat mendukung penguatan rupiah.





