Pantau - Pemerintah China mengirim bantuan kemanusiaan darurat dan tim ahli medis ke Republik Demokratik Kongo (DRC) untuk membantu penanganan wabah Ebola yang terus memburuk dan telah menimbulkan ratusan kematian di kawasan Afrika.
China Perkuat Dukungan untuk Republik Demokratik KongoJuru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian mengatakan Beijing telah memutuskan memberikan bantuan langsung kepada DRC sekaligus memperkuat kerja sama dengan Uni Afrika dalam upaya pencegahan dan pengendalian Ebola.
“Pemerintah China telah memutuskan untuk memberikan bantuan kemanusiaan darurat kepada DRC, dan khususnya mengirim tim ahli medis untuk layanan dan bantuan medis,” kata Lin Jian dalam konferensi pers di Beijing.
Selain mengirim tenaga medis, China juga memberikan bantuan kepada Komisi Uni Afrika serta mendukung berbagai langkah pengendalian wabah melalui kerja sama regional.
Lin Jian menegaskan China siap membantu negara-negara yang terdampak wabah sebagaimana yang pernah dilakukan saat krisis Ebola di Afrika Barat pada 2015.
“Kami turut prihatin atas wabah Ebola baru di DRC. Saat memimpin pertemuan tingkat tinggi Dewan Keamanan PBB di New York, Menteri Luar Negeri Wang Yi mengatakan bahwa China akan selalu bergegas membantu ketika krisis publik besar terjadi,” ujarnya.
WHO dan Organisasi Kemanusiaan Soroti Situasi MengkhawatirkanOrganisasi kemanusiaan Medecins Sans Frontieres atau Doctors Without Borders menyebut perkembangan wabah Ebola di DRC berada pada tingkat yang sangat mengkhawatirkan.
Direktur operasional organisasi tersebut, Alan Gonzalez, mengatakan laju penyebaran penyakit berlangsung sangat cepat dan sulit diimbangi oleh petugas kesehatan di lapangan.
Sementara itu, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengungkapkan kasus suspek Ebola baru ditemukan setiap hari, namun kapasitas pemeriksaan yang terbatas membuat diagnosis berjalan lambat.
WHO telah menetapkan wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo dan Uganda sebagai keadaan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional.
Ribuan Kasus Suspek dan Ratusan KematianWHO mencatat lebih dari 900 kasus suspek Ebola telah dilaporkan di DRC, termasuk 223 kematian yang diduga terkait penyakit tersebut.
Otoritas kesehatan Kongo menyebut jumlah kasus kumulatif kini telah melampaui 1.000 sejak wabah diumumkan pada 15 Mei 2026.
Strain Bundibugyo Ebola saat ini terkonsentrasi di tiga provinsi di bagian timur Kongo, yakni Ituri, Kivu Utara, dan Kivu Selatan.
Lin Jian mengatakan China saat ini telah mengirim 45 tim medis yang terdiri dari lebih dari 900 tenaga kesehatan ke 44 negara Afrika.
“China telah mengirimkan 45 tim medis, dengan total lebih dari 900 anggota, ke 44 negara Afrika. Saat ini, tim medis China berada di lapangan memerangi penyakit tersebut bahu-membahu dengan masyarakat Afrika,” ungkapnya.
China juga menyerukan komunitas internasional untuk meningkatkan dukungan konkret agar wabah Ebola dapat segera dikendalikan dan dihentikan.




