Hainan Resmi Jadi Pelabuhan Perdagangan Bebas, Tampilkan Dampak Kebijakan Pintu Terbuka Tiongkok

pantau.com
6 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Provinsi Hainan di selatan Tiongkok resmi menerapkan sistem kepabeanan khusus sebagai Pelabuhan Perdagangan Bebas Hainan (Hainan Free Trade Port/FTP) sejak 18 Desember 2025, menandai langkah besar dalam perluasan kebijakan pintu terbuka berstandar tinggi yang dijalankan pemerintah Tiongkok.

Kebijakan tersebut kini menjadi sorotan melalui program komunikasi internasional daring bertajuk “An Open Future—Hainan's Answers to Global Questions” yang diproduksi Hinews.cn dan Hainan International Media Center.

Kebijakan Khusus Dorong Efisiensi dan Investasi

Melalui episode “Decoding the Hainan FTP: Special Customs Operations”, publik diperkenalkan pada berbagai kebijakan unggulan yang diterapkan di Hainan, mulai dari efisiensi proses kepabeanan, penghematan pajak perusahaan, hingga kemudahan transaksi lintas negara melalui program QDLP dan sistem akun EF.

Program tersebut juga menampilkan aktivitas perdagangan di Terminal Kontainer Yangpu serta layanan hotline multibahasa 12345 yang mendukung operasional kawasan perdagangan bebas tersebut.

Berbagai kemudahan yang ditawarkan membuat Hainan semakin menarik bagi pelaku usaha internasional yang ingin memperluas aktivitas bisnis di kawasan Asia.

Wirausahawan dan Perusahaan Rasakan Manfaat Langsung

Dalam episode “Decoding the Hainan FTP: Chasing Dreams”, sejumlah wirausahawan internasional membagikan pengalaman mereka membangun karier dan usaha di Hainan berkat dukungan kebijakan pemerintah setempat.

Salah satunya Albina yang berkarier sebagai vlogger dan duta promosi pariwisata internasional Hainan.

Selain itu, Imani dan Gloria memanfaatkan platform siaran langsung untuk memasarkan produk Hainan ke pasar global, sementara Musa berhasil memperoleh dua paten internasional serta pendanaan dari National Natural Science Foundation of China.

Episode “Decoding the Hainan FTP: Building Businesses” turut menyoroti manfaat insentif pajak bagi dunia usaha.

Jia Green Chocolate Works disebut mampu menghemat sekitar 10 persen biaya operasional berkat kebijakan pembebasan bea masuk untuk produk bernilai tambah.

Merek alas kaki asal Malaysia, Fipper, juga menghemat biaya impor sekitar 10 hingga 15 persen dibandingkan kawasan perdagangan bebas lainnya setelah membuka gerai pertamanya di Hainan.

Lonjakan minat investor dan talenta global terhadap Hainan dinilai menjadi bukti bahwa kebijakan Pelabuhan Perdagangan Bebas Hainan memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha internasional sekaligus memperkuat posisi Tiongkok dalam ekonomi global.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PPIH: 378 jamaah haji kloter pertama tiba di Surabaya
• 11 jam laluantaranews.com
thumb
Ripiah Nyaris Sentuh Rp17.800 per Dolar AS, Terlemah di Asia
• 6 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Daya Tampung SMA/SMK Negeri Terbatas, Dindik Jatim Gandeng Sekolah Swasta Siapkan Beasiswa
• 5 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Respons Dino, Teddy Pamer Hasil Kunjungan Prabowo: BRICS, Investasi Ribuan Triliun, Tarif Nol Persen
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
Pendukung dan Sopir Ojol Nobar Sidang Pleidoi Nadiem Makarim di PN Jakarta Pusat
• 1 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.