Daya Tampung SMA/SMK Negeri Terbatas, Dindik Jatim Gandeng Sekolah Swasta Siapkan Beasiswa

suarasurabaya.net
4 jam lalu
Cover Berita

Dinas Pendidikan Jawa Timur menggandeng sekolah swasta sebagai solusi bagi ratusan ribu lulusan SMP sederajat yang tidak tertampung di SMA/SMK Negeri pada SPMB tahun ajaran 2026-2027.

Aries Agung Paewai Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur mengatakan, daya tampung SMA/SMK Negeri di Jatim tahun ini hanya 244.621 murid. Jumlah itu setara 39,55 persen dari total 618.479 lulusan SMP sederajat, termasuk MTs.

Artinya, masih ada 373.858 murid atau 60,45 persen yang tidak tertampung di sekolah negeri. Menurut Aries, kondisi ini tidak bisa dihindari karena jumlah sekolah negeri terbatas. Selain itu, jumlah murid dalam satu kelas juga dibatasi sesuai ketentuan pemerintah, sekitar 36 anak per kelas.

“Kalau melebihi satu atau dua saja, sudah mendapat warning dari pemerintah karena terlihat di sistem. Hal itu bisa berdampak pada proses pembelajaran dan kelulusan anak-anak, karena sudah tersistem dan dipantau langsung oleh pusat melalui Dapodik,” ujarnya dalam program Wawasan di Radio Suara Surabaya, Selasa (2/6/2026).

Aries Agung Paewai Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur saat menjadi narasumber dalam program Wawasan di Radio Suara Surabaya, Selasa (2/6/2026). Foto: Ika suarasurabaya.net

Aries menegaskan, keterbatasan daya tampung negeri bukan berarti anak-anak kehilangan akses pendidikan. Pemprov Jatim melalui Dispendik menggandeng sekolah swasta untuk ikut menampung siswa yang tidak masuk negeri.

“Lembaga pendidikan tidak hanya dimiliki negeri. Ada teman-teman swasta yang juga punya kualitas, bahkan ada yang lebih daripada negeri. Mereka sangat kompetitif dan menyelenggarakan proses pendidikan yang luar biasa. Maka kami berkolaborasi dengan sekolah-sekolah swasta. Mereka menyiapkan beasiswa bagi anak-anak yang tidak tertampung di negeri,” kata Aries.

Tahun ini, sekolah swasta di Jawa Timur menyiapkan kuota sekitar 79 ribu anak melalui skema beasiswa penuh maupun potongan biaya. Program ini diharapkan bisa membantu siswa, terutama dari keluarga kurang mampu, agar tetap bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA/SMK.

Menurut Aries, masyarakat tidak perlu khawatir jika anaknya tidak diterima di sekolah negeri. Dispendik Jatim akan mempermudah akses masuk ke sekolah swasta yang sudah berkolaborasi dengan pemerintah provinsi.

“Kami sudah berkoordinasi dan berkolaborasi. Dengan kuota yang tidak tertampung sebesar 60,45 persen, masyarakat tetap bisa mengakses pendidikan. Jika tidak masuk negeri, bahkan tidak mampu sekalipun, tidak perlu khawatir. Sekolah-sekolah swasta sudah membuka ruang untuk beasiswa penuh dan potongan biaya,” kata dia.

Ia juga menekankan, pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah negeri. Sekolah swasta, kata Aries, juga memiliki kualitas yang kompetitif dan mampu menyelenggarakan pendidikan dengan baik.

“Pokoknya tidak boleh ada yang tidak sekolah. Tidak boleh ada yang tidak melanjutkan pendidikan sampai sekolah menengah,” kata Aries.

Di sisi lain, pelaksanaan SPMB Jatim 2026-2027 tetap mengacu pada aturan nasional dengan prinsip objektif, transparan, akuntabel, berkeadilan, dan tanpa diskriminasi. Tahun ini, ada sejumlah pembaruan dalam proses seleksi, di antaranya penyesuaian jalur dan daya tampung, penggunaan hasil Tes Kemampuan Akademik atau TKA pada jalur tertentu, serta dashboard monitoring real time yang bisa dipantau masyarakat.

Aries menjelaskan, jalur domisili tahun ini menjadi tahap pertama. Berbeda dengan tahun sebelumnya, jalur tersebut tidak hanya mempertimbangkan jarak rumah ke sekolah, tetapi juga akumulasi nilai rapor dan hasil TKA.

Komposisi penilaian, kata dia, sekitar 60 persen nilai rapor dan 40 persen hasil TKA. Sistem ini diterapkan agar seleksi tidak hanya berdasarkan kedekatan tempat tinggal, tetapi juga tetap mendorong mutu akademik calon murid.

“Jadi bukan hanya soal jarak. Ini untuk meningkatkan mutu pendidikan,” kata Aries.

Aries menambahkan, seluruh proses SPMB dipantau secara sistematis, termasuk melalui Dapodik. Karena itu, sekolah diminta menjaga akuntabilitas data, terutama nilai rapor calon murid, agar tidak menimbulkan kesulitan saat anak masuk ke jenjang pendidikan berikutnya.(iss/ham)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pertamina DEB di Keliki Bali, Wujudkan Ketahanan Pangan Berbasis Energi Bersih
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Seorang Tersangka Dugaan Penipuan WO Marwah Residivis, Ini Kata Polisi soal Tindak Pidana Sebelumnya
• 21 jam lalukompas.tv
thumb
Tak Punya Target Tinggi, Pelatih Timnas Malaysia Ingin Skuadnya Berkembang di Piala AFF U-19 2026
• 22 jam lalubola.com
thumb
Deretan Artis dan Influencer yang Hadir di Sidang Pleidoi Nadiem Makarim
• 1 jam laluliputan6.com
thumb
Ulang Tahun Jadi Momen Haru, Dahyun TWICE Donasi Rp350 Juta untuk Pasien Leukemia
• 57 menit lalutabloidbintang.com
Berhasil disimpan.