Kesaksian Sopir Ojol Korban Begal BKT Rorotan: Ditodong Golok hingga Dipukul

kompas.com
5 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com – Sopir ojek online (ojol) bernama Jaelani (33) menceritakan pengalamannya yang pernah menjadi korban begal ketika megantar penumpang ke arah Banjir Kanal Timur (BKT) Rorotan, Jakarta Utara, pada 2022 silam.

Peristiwa itu terjadi ketika Jaelani mengantar penumpang laki-laki dari Terminal Pulo Gebang, Jakarta Timur menuju ke Rorotan Jakarta Utara, sekitar pukul 18.00 WIB atau selepas adzan Maghrib.

Ketika tengah melintas di kawasan Rorotan yang berbatasan langsung dengan wilayah Harapan Indah, Bekasi, Jawa Barat, sepeda motornya dipepet oleh dua sepeda motor lainnya yang ditumpangi oleh empat orang yang saling berboncengan.

Baca juga: BKT Rorotan-Cakung Jakut: Jalur Alternatif Pengendara yang Rawan Begal

“Habis Maghrib lah, begalnya pura-pura mau lepasin burung dan saya langsung disuruh minggir,” kata Jaelani ketika ditemui di lokasi, Jumat (29/5/2026).

Jaelani pun sudah melihat dari spion bahwa para pelaku membawa senjata tajam (sajam), sehingga ia langsung menyuruh penumpangnya untuk menyembunyikan dompet sebelum motornya diberhentikan.

Tadinya, Jaelani berusaha untuk menghindar dan terus mengebut dengan sepeda motornya, tetapi karena ditodong sajam, akhirnya ia berhenti.

“Suruh minggir langsung menaruh golok di tangan saya, namun jadinya yang diambil ponsel penumpang saja,” jelas dia.

Baca juga: Nadiem Terharu Dapat Dukungan Ojol Jelang Sidang Pembacaan Pleidoi

Berusaha bernegosiasi

Tak cukup satu ponsel, para pelaku juga sempat meminta handpone, dompet, dan motor Jaelani.

Namun, sopir ojol tersebut berusaha melakukan negosiasi dengan para pelaku, bahwa ponsel tersebut sangat dibutuhkan untuk dirinya mencari uang.

Di sisi lain, ia juga berusaha menakut-nakuti para pelaku jika nekat membawa ponselnya, maka keberadaan mereka akan lebih mudah dilacak oleh pihak kepolisian.

Akhirnya, para pelaku memaksa untuk Jaelani menyerahkan sepeda motornya, tetapi ia kembali menolak.

Beruntungnya motor Jaelani berhasil diselamatkan, karena jalanan tersebut mendadak banyak dilintasi orang.

Baca juga: Dua Pelaku Begal di Embung Patean Kendal Ditangkap, Satu Residivis

“Tadinya mau mengambil motor juga, cuma pas ada yang lewat mereka takut, jadi pergi,” kata Jaelani.

Namun, sebelum pergi para pelaku sempat memukul wajah Jaelani hingga lebam.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }
Tak lapor polisi

Usai kejadian, Jaelani tadinya berniat untuk melapor ke kantor polisi terdekat, tetapi penumpangnya menolak.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Badan Gizi Nasional tutup 27 SPPG di Kabupaten Sampang
• 18 jam laluantaranews.com
thumb
Momen Prabowo-Gibran Duduk Bareng Megawati-JK saat Hari Lahir Pancasila
• 23 jam laluliputan6.com
thumb
Ekuador Resmi Umumkan Skuad Piala Dunia 2026, Caicedo dan Hincapié Pimpin La Tri
• 22 jam lalumedcom.id
thumb
Deretan Game Cozy Baru Juni 2026 yang Wajib Dicoba untuk Menemani Waktu Santai
• 14 menit laluviva.co.id
thumb
Cerita Nenek 80 Tahun Selamat dari Kebakaran Kemayoran, Jauhi Kobaran Api Pakai Tongkat
• 4 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.