Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan kinerja neraca perdagangan Indonesia pada April 2026 kembali mencatatkan surplus. Sepanjang April 2026, neraca perdagangan surplus USD 89,1 juta.
“Pada April 2026 neraca perdagangan masih mencatatkan surplus sebesar USD 89,1 juta,” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini di Kantor Pusat BPS, Selasa (2/6).
Berdasarkan catatan kumparan, Indonesia telah mengalami surplus neraca perdagangan selama 72 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.
EksporPudji menjelaskan, nilai ekspor Indonesia pada periode April 2026 tercatat senilai USD 25,30 miliar atau naik 21,98 persen dibandingkan April 2025 sebesar USD 20,74 miliar.
Nilai ekspor nonmigas pada April 2026 mencapai USD 24,15 miliar atau naik 23,36 persen dibanding April 2025 yang senilai USD 19,57 miliar. Sementara nilai ekspor migas selama April 2026 tercatat USD 1,15 miliar, turun 1,20 persen dibandingkan April 2025 yang tercatat USD 1,17 miliar.
Secara kumulatif, total nilai ekspor sepanjang Januari-April 2026 mengalami peningkatan sebesar 5,48 persen secara tahunan. Pada Januari-April 2025, total ekspor tercatat sebesar USD 87,36 miliar, sementara pada Januari-April 2026 tercatat USD 92,15 miliar.
“Total nilai ekspor sepanjang Januari-April 2026 mengalami peningkatan sebesar 5,48 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Andil utama peningkatan nilai ekspor disumbang oleh industri pengolahan sebesar 7,71 persen,” kata dia.
ImporPudji mengatakan, total nilai impor mengalami kenaikan. Nilai impor Indonesia pada April 2026 mencapai USD 25,21 miliar atau naik 22,49 persen dibanding April 2025 yang tercatat USD 20,59 miliar.
Nilai impor nonmigas selama April 2026 tercatat USD 20,62, naik 14,11 persen dibanding April 2025 sebesar USD 18,07 miliar. Sementara impor migas pada April 2026 senilai USD 4,60 miliar, naik 82,52 persen dibanding April 2025 yang tercatat USD 2,52 miliar.
Secara kumulatif, total nilai impor Indonesia periode Januari-April 2026 mengalami kenaikan sebesar 13,40 persen secara tahunan. Pada Januari-April 2026, impor tercatat sebesar USD 85,61 miliar, sementara pada Januari-April 2025 nilai impor tercatat USD 76,29 miliar.





