Dari Emas ke Boneka Unta, Wajah Baru Kepulangan Haji di Sulsel

kompas.id
2 jam lalu
Cover Berita

Hari sebentar lagi berganti. Jarum jam sudah menunjukkan pukul 23.30 Wita, saat kendaraan bus pengangkut jemaah Kelompok Terbang (Kloter) 1 tiba di Asrama Haji Sudiang, Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (1/6/2026). Satu per satu jemaah turun dengan wajah semringah.

Diantara kurang lebih 391 jemaah Soppeng yang tiba, penampilan Kulasse (62), salah seorang jemaah, mencuri perhatian. Warga Soppeng itu tidak mengenakan gamis hingga surban atau kafiyyeh yang biasa dipakai jemaah haji pria.

Kulasse membawa pulang sembilan boneka unta. Sebagian digantungkan di leher dan yang lain diikat di tali tas selempangnya.

“(Boneka ini) untuk cucu saya. Mereka sudah pesan jauh-jauh hari. Mereka tidak mau oleh-oleh lain, hanya boneka unta. Karena cucu saya sembilan, maka saya juga beli sembilan boneka,” katanya.

Kulasse tidak sendiri. Banyak jemaah asal Soppeng lainnya yang tiba disambut Wakil Bupati Selle KS Dalle itu juga membawa pulang boneka serupa.

Mata unta itu bulat. Bibirnya seperti tersenyum. Ada semacam jambul di atas kepalanya. Selain itu harganya juga terjangkau Rp 50.000-Rp 200.000 per buah berdasarkan ukuran sehingga cocok dijadikan buah tangan.

Anugerah (28), jemaah lain, juga membawa dua boneka unta untuk keponakannya. “Mereka menelepon dan meminta dibawakan boneka unta. Tak tega kalau tidak memenuhi permintaan mereka,” katanya.

Baca JugaJemaah Haji Tiba Kembali di Tanah Air

Pasangan Sinosi (55) dan Emmy (53) juga menenteng tiga boneka unta untuk anak bungsunya dan dua cucu kesayangannya. Di Tanah Suci, hampir tiap hari dia melakukan panggilan video dengan Nadin (3,5) dan Nisam (2,5) cucunya.

“Setiap kami telepon, mereka bilang minta boneka unta,” kata Emmy yang tidak mengenakan brokat warna-warni hingga perhiasan emas, atribut yang biasa dipakai jemaah haji sebelumnya saat tiba di Tanah Air.

Saking larisnya, di asrama haji, juga disediakan gerai penjualan boneka unta itu. Harganya Rp 70.000-Rp 300.000 per buah.

Nurrahma Azhari, pemilik gerai, mengatakan, barang dagangannya disediakan untuk jemaah yang tidak sempat membeli atau masih mau menambah oleh-oleh.

”Kami menyediakan juga aneka kurma, kacang-kacangan, sajadah, hingga air zamzam,” kata dia.

Baca JugaHaji di Arafah untuk Perubahan Lebih Baik di Tanah Air

Memaknai perjalanan

Jemaah pulang bersama boneka unta untuk cucu di rumah adalah pemandangan tidak biasa di Asrama Haji Sudiang, Makassar. Dahulu, kepulangan haji sering ditandai perhiasan emas. Ada juga busana yang sering disebut sebagai baju ”Batman” karena bentuknya menyerupai sayap di bagian belakang.

Terkait hal ini, Budayawan Universitas Hasanuddin Prof Nurhayati Rahman mengatakan, orang Bugis dan Makassar mengenal filosofi Sulapa Eppa’ Walasuji. Ini adalah filosofi hidup yang memiliki empat makna yakni keberanian, kebangsawanan, kekayaan, dan kepandaian. Suku Bugis juga mengenal filosofi Assugireng, yang berarti kekayaan.

Selain itu, tradisi emas di Sulsel sudah dikenal lama. Tapi di masa lalu, orang-orang menyimpan emas, karena mereka belum mengenal tabungan. Biasanya jika emas sudah banyak, dijadikan tanah atau ternak hingga tabungan untuk biaya haji.

Baca Juga”Haji Bonek” ala Orang Madura

“Dalam budaya Bugis-Makassar orang memang disuruh menjadi kaya atau memiliki kemampuan. Dalam Islam pun disebut kemiskinan akan dekat dengan kekufuran. Tapi kekayaan ini bukan untuk dipamer tapi sebagai simbol seseorang sudah bisa hidup layak,” katanya.

Oleh karena itu, fenomena membawa boneka unta menunjukkan bahwa simbol kepulangan haji dapat dimaknai dengan cara yang berbeda. Jika dahulu emas dan busana mencolok menjadi penanda yang mudah dikenali, kini sebagian jemaah memilih membawa pulang benda sederhana yang paling dinantikan keluarga di rumah.

Meski membawa pulang boneka unta untuk anak dan cucu, sebagian jemaah mengatakan bakal tetap mempertahankan tradisi lama dalam menyambut kepulangan haji. Pakaian penuh warna telah disiapkan. Perhiasan emas juga akan dikenakan saat tiba di rumah.

Bagi sebagian keluarga, penampilan itu menjadi bagian dari sukacita. Namun, bagi Kulasse, sembilan boneka unta untuk cucu-cucunya sudah cukup menunjukan sukacitanya mensyukuri tuntasnya perjalanan ibadah ke Tanah Suci kali ini.

Baca JugaJemaah Haji Bersiap Pulang, Bawa Kisah untuk Dikenang
Baca JugaJemaah Tinggalkan Mina Menuju Mekkah untuk Laksanakan Tawaf Ifadah


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Proses Penjurian Bisnis Indonesia Awards (BIA) 2026 Masuki Tahap Akhir
• 4 jam lalubisnis.com
thumb
Aturan Baru DHE SDA Resmi Berlaku, Purbaya Janjikan Insentif Fiskal Ini Bagi Eksportir
• 41 menit laluidxchannel.com
thumb
Ramalan Zodiak Minggu Ini, 1–7 Juni 2026
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
PPKHI Jatim Gratiskan Bantuan Hukum untuk Warga Miskin, Implementasikan Nilai Pancasila
• 18 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Penampakan Pipa Proyek di Bekasi Bocor Semburkan Air & Gas | INDONESIA UPDATE
• 21 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.