Donald Trump Presiden Amerika Serikat mengungkapkan keyakinannya mengenai pencapaian kesepakatan dengan Iran, dengan menyebutkan kesepakatan tersebut akan terjadi pekan depan.
“Saya rasa Anda berbicara soal pekan depan,” ujar Trump kepada ABC News, ketika membicarakan rencana kesepakatan dengan Iran.
Dilansir dari Antara pada Selasa (2/6/2026), Trump menyebut kesepakatan yang berpotensi terjadi antara negara pimpinannya dengan Iran dengan kesepakatan yang lebih baik daripada “kemenangan militer”.
“Ini bukan hal yang mudah. Anda berbicara tentang negara yang sangat besar. Mereka negara yang sangat besar yang membuat kesepakatan. Sungguh, permusuhan yang luar biasa,” tuturnya.
Sebelumnya pada Jumat (29/5/2026), Trump melaksanakan pengarahan intelijen dan mengatakan bahwa ia akan mengambil keputusan final dengan Iran. Namun kemudian dilaporkan bahwa belum ada kesepakatan akhir yang tercapai.
Pada Minggu (31/5/2026), Abbas Araghchi Menteri Luar Negeri Iran menyatakan, pihaknya dengan Washington tengah bertukar pesan secara intensif mengenai kemungkinan mencapai kesepakatan.
“Pembahasan dan pertukaran pesan masih terus berlangsung. Sampai hasil yang jelas tercapai, tidak mungkin membuat penilaian apa pun. Semua yang sedang dikatakan saat ini hanyalah spekulasi dan tidak seharusnya dianggap serius,” ucap Araghchi melalui Telegram.
Di hari yang sama, surat kabar The New York Times melaporkan Trump mengajukan persyaratan yang lebih ketat dalam kesepakatan yang ia ajukan pada Iran. (ant/vve/iss/ham)




