JAKARTA, KOMPAS.TV - Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim membacakan nota pembelaan atau pleidoi pribadinya dalam sidang kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook, Selasa (2/6/2026).
Dalam pleidoinya, Nadiem mencurahkan perasaannya terkait masa-masa awal penahanannya.
"Di awal masa tahanan, dunia terasa seperti sudah berakhir. Saya sendirian dalam kurungan isolasi, seolah dibuang begitu saja," kata Nadiem saat membacakan pledoi di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa.
Ia juga sempat berharap apa yang terjadi padanya hanyalah sebuah mimpi buruk.
"Kadang kala saya terbangun di tengah malam di rumah tahanan, dan untuk sekejap saya mengira bahwa ini hanya mimpi buruk, dan sebenar lagi akan dibangunkan istri saya. Tapi yang saya lihat justru jeruji besi," tuturnya.
Baca Juga: Nadiem Makarim Kenakan Jaket Gojek saat Tiba di Ruang Sidang
Meski demikian, ia mengaku mendapatkan banyak pembelajaran dari pengalaman pahitnya tersebut. Di antaranya, ia bisa belajar bersabar dan memasrahkan diri.
"Tetapi, Yang Mulia, melalui pengalaman yang pahit ini, saya mendapatkan banyak sekali pembelajaran, saat kebebasan dirampas tidak ada tempat lain untuk berpetualang kecuali ke dalam diri kita sendiri," ungkapnya.
"Saya belajar untuk bersabar suatu hal yang sulit untuk saya. Saya belajar memasrahkan diri kepada Allah di saat-saat yang tergelap. Dan dengan jalannya waktu, perlahan-lahan saya belajar untuk mengheningkan pikiran saya."
Sebagai informasi, sidang pleidoi merupakan kesempatan bagi Nadiem maupun penasihat hukumnya untuk menyampaikan pembelaan atas tuntutan jaksa penuntut umum.
Penulis : Isnaya Helmi Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Kompas TV
- nadiem makarim
- kasus chromebook
- sidang nadiem makarim
- nota pembelaan nadiem
- pleidoi nadiem
- sidang chromebook





