Bisnis.com, JAKARTA — Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan produksi beras nasional sepanjang Januari–Juli 2026 mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu di tengah prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengenai munculnya fenomena El Nino.
Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS Pudji Ismartini mengatakan pada April 2026, produksi setara beras tercatat sebesar 4,40 juta ton. Angkanya turun 16% dibandingkan April 2025 yang mencapai 5,23 juta ton.
Sementara itu, potensi produksi beras pada Mei–Juli 2026 diperkirakan sebesar 7,92 juta ton atau lebih rendah 1,16% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Dengan demikian, produksi beras sepanjang Januari–Juli 2026 diperkirakan mencapai 21,95 juta ton atau mengalami penurunan sebesar 0,08 juta ton atau 0,35% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2025 [22,03 juta ton beras],” kata Pudji dalam Rilis Berita Resmi Statistik BPS, Selasa (2/6/2026).
Kendati demikian, angka potensi produksi beras dapat berubah sesuai kondisi terkini hasil amatan lapangan, seperti serangan hama Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT), banjir, kekeringan, hingga waktu realisasi panen petani.
“Angka potensi ini masih dapat berubah, tergantung pada kondisi pertanaman padi sepanjang Mei–Juli 2026 seperti serangan hama atau organisme pengganggu tanaman, kemudian banjir, kekeringan, serta waktu pelaksanaan panen oleh petani dan lain sebagainya,” tambahnya.
Potensi produksi beras sejalan dengan tren produksi padi. Data menunjukkan produksi padi pada April 2026 mencapai 7,63 juta ton gabah kering giling (GKG), turun 16,03% dibandingkan April tahun sebelumnya yang sebesar 9,09 juta ton GKG.
Untuk Mei–Juli 2026, produksi padi diperkirakan mencapai 13,75 juta ton GKG atau turun 1,14% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Artinya, produksi padi sepanjang Januari–Juli 2026 diproyeksikan mencapai 38,11 juta ton GKG. Angkanya turun 0,13 juta ton GKG atau 0,34% dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Di sisi lain, luas panen padi pada April 2026 tercatat lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Pada April 2026, luas panen padi mencapai 1,40 juta hektare atau mengalami penurunan sebesar 15,47% dibandingkan dengan April 2025 yang sebesar 1,65 juta hektare.
BPS memperkirakan potensi luas panen padi pada Mei–Juli 2026 mencapai 2,69 juta hektare. Angka tersebut turun sekitar 0,65% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Secara kumulatif, luas panen padi sepanjang Januari–Juli 2026 diperkirakan mencapai 7,20 juta hektare atau naik tipis sekitar 0,02% dibandingkan periode yang sama pada 2025.





