CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Dalam panggung sepak bola sekelas Piala Dunia, status pahlawan tidak selalu disematkan kepada mereka yang keluar sebagai pemenang.
Lebih dari satu dekade lalu, tepatnya pada babak 16 besar Piala Dunia 2014 di Brasil, penjaga gawang Amerika Serikat, Tim Howard, menorehkan tinta emas yang hingga hari ini belum mampu dipecahkan oleh kiper mana pun di kolong langit.
Tampil di Arena Fonte Nova, Salvador, pada 1 Juli 2014, Howard melakukan aksi heroik yang melampaui batas nalar.
Kiper yang saat itu berusia 35 tahun secara luar biasa mencatatkan 16 penyelamatan dalam satu pertandingan tunggal melawan generasi emas Belgia.
FIFA secara resmi menobatkan angka tersebut sebagai rekor penyelamatan terbanyak dalam sejarah modern Piala Dunia sejak pencatatan statistik berbasis data mulai diberlakukan pada tahun 1966.
Selama 90 menit waktu normal, Howard menjadi frustrasi terbesar bagi barisan penyerang Belgia. Ia berulang kali mematahkan peluang matang dari Eden Hazard, Divock Origi, hingga Kevin De Bruyne melalui refleks kaki dan tepisan tangannya yang magis.
Ketangguhan Howard di bawah mistar gawang begitu masif hingga melahirkan fenomena budaya pop di jagat maya saat laga memasuki babak kedua.
Di media sosial Twitter (sekarang X), tagar `#ThingsTimHowardCouldSave` (Hal-hal yang Bisa Diselamatkan Tim Howard) mendadak menjadi tren global.
Netizen dari berbagai belahan dunia secara jenaka membuat meme yang menyebut Howard bisa menyelamatkan kepunahan dinosaurus, mencegah kematian karakter Ned Stark di serial Game of Thrones, menjamin keselamatan Private Ryan, hingga menahan kapal Titanic agar tidak tenggelam setelah menabrak gunung es.
Sayangnya, meski Howard tampil bak manusia super, perjuangan Amerika Serikat harus berakhir tragis.
Di babak perpanjangan waktu (extra time), tembok kokoh itu akhirnya runtuh juga akibat gol Kevin De Bruyne pada menit ke-93 dan Romelu Lukaku pada menit ke-105.
Amerika Serikat hanya mampu membalas satu gol lewat Julian Green pada menit ke-107, memaksa skuad asuhan Juergen Klinsmann angkat koper lebih awal dengan kekalahan terhormat 2-1.
Kendati kalah, decak kagum justru datang dari kubu lawan. Rekan setim Howard di Everton yang malam itu membela Belgia, Kevin Mirallas, mengaku tidak percaya dengan apa yang disaksikannya di lapangan.
Mirallas menyebut aksi Howard sebagai penampilan penjaga gawang terbaik yang pernah ia lihat seumur hidupnya karena mampu menggagalkan belasan peluang emas yang seharusnya berbuah gol.
Rasa hormat yang sama juga dilontarkan oleh Romelu Lukaku. Penyerang bertubuh kekar yang mencetak gol penentu kemenangan Belgia tersebut bahkan mengaku kehabisan kata-kata yang pantas untuk menggambarkan betapa mengerikannya performa Tim Howard malam itu.
Kekalahan AS di Salvador memang menghentikan langkah mereka di Brasil, namun 16 penyelamatan Tim Howard telah mengamankan tempatnya dalam keabadian sejarah sepak bola dunia.
Sumber: FIFA




