HARIAN.FAJAR.CO.ID, SURABAYA – Bruno Moreira resmi hengkang dari Persebaya Surabaya pada Selasa (2/6/2026). Pemain kesayangan Bonek itu telah bermain selama empat musim penuh bersama Green Force. Kepergian sang winger asal Brasil itu bukan pindah ke Persib Bandung atau Persija Jakata. Ternyata Bruno akan melanjutkan petualangan sepak bolanya di luar Indonesia.
Selama membela Persebaya Bruno mencatatkan 119 laga, lebih dari 10 ribu menit bermain, 39 gol, dan 18 assist. Kini, Moreira mengejar tantangan yang lebih tinggi.
Perjalanan Bruno bersama Persebaya Surabaya dimulai pada musim 2021/2022. Dalam empat musim, ia berkembang menjadi ikon tim sekaligus kapten yang dicintai suporter.
Keputusan hengkang bukan karena masalah kontrak. Persebaya disebut telah menawarkan perpanjangan kontrak dengan nilai lebih tinggi, namun ambisi Bruno bermain di luar negeri menjadi penentu.
“Saya ingin mencoba pengalaman baru di luar Indonesia dan berkesempatan bermain di level kompetisi yang lebih tinggi,” ujar Bruno.
Target besar lainnya adalah tampil di ACL Elite, kompetisi antarklub Asia yang saat ini belum dijangkau klub Indonesia.
Manajemen Persebaya tidak tinggal diam. Klub melakukan berbagai upaya mempertahankan sang kapten, termasuk menawarkan nilai kontrak lebih tinggi.
Namun, faktor finansial bukan prioritas utama Bruno. Ambisinya menghadapi tantangan baru dan peluang berlaga di panggung Asia menjadi motivasi utamanya.
Perpisahan berlangsung dengan suasana baik. Tidak ada konflik internal yang memicu keputusan ini, melainkan pilihan profesional dan ambisi pribadi.
Warisan Bruno Moreira di Persebaya sangat impresif. Musim terbaiknya tercatat pada Super League 2025/2026, di mana ia mencatat 12 gol dan 8 assist dari 28 pertandingan, dengan total 2.350 menit bermain.
Kontribusi konsisten juga terlihat pada musim 2024/2025 (10 gol, 3 assist) dan 2023/2024 (10 gol, 4 assist). Sejak debut, total menit bermainnya mencapai 10.368 menit di lapangan.
Selain statistik, Bruno dikenal sebagai kapten tangguh dan figur sentral di ruang ganti. Hubungannya erat dengan Bonek dan Bonita membuatnya menjadi pemain yang selalu diandalkan.
Kemampuannya bermain di sayap kiri, kanan, maupun gelandang serang menunjukkan fleksibilitas dan kecepatan sebagai identitas khasnya.
Saat kontraknya berakhir pada 31 Mei 2026, berakhir pula salah satu kisah paling berkesan dalam perjalanan Green Force. Saatnya Moreira membuka lembaran baru di luar negeri. Sementara Persebaya harus mencari pengganti yang mampu mengisi kekosongan yang ditinggalkannya. (*)





