HARIAN FAJAR.CO.ID, MAKASSAR- Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Makassar (FK UNM) kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional.
Dua mahasiswinya, Naurah Azizah Tamsil (Angkatan 2024) dan Maleeka Ghania Fazila (Angkatan 2025), terpilih untuk mengikuti program Healthy Longevity Talent Incubator (HLTI) 2026 yang diselenggarakan oleh Academy for Healthy Longevity di NUS Yong Loo Lin School of Medicine, Singapore.
Program bergengsi ini akan berlangsung selama dua minggu, mulai 29 Juni hingga 10 Juli 2026, dan diikuti oleh 40 peserta terpilih dari 20 negara.
HLTI merupakan wadah pengembangan talenta muda global yang berfokus pada bidang healthy longevity, geroscience, inovasi kesehatan, serta kepemimpinan masa depan dalam menghadapi tantangan populasi menua di seluruh dunia.
Keikutsertaan Naurah dan Maleeka menjadi bukti semakin kuatnya kiprah mahasiswa FK UNM dalam jejaring akademik internasional, khususnya pada bidang Healthy Longevity Medicine yang saat ini menjadi salah satu fokus pengembangan keilmuan di fakultas.
Dekan Fakultas Kedokteran UNM, Dr dr Nurussyariah Hammado Sp.N, menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas capaian tersebut.
“Kami sangat bangga atas terpilihnya Naurah Azizah Tamsil dan Maleeka Ghania Fazila sebagai peserta Healthy Longevity Talent Incubator 2026.
Kesempatan ini bukan hanya menjadi pengalaman akademik yang berharga bagi mahasiswa, tetapi juga menunjukkan bahwa mahasiswa Fakultas Kedokteran UNM mampu bersaing dan berkontribusi dalam forum global.
“Kami berharap mereka dapat membawa pulang wawasan, jejaring, dan inspirasi yang akan memperkuat pengembangan ilmu kesehatan dan healthy longevity di Indonesia,” ujar dia.
Program HLTI dirancang untuk mempertemukan mahasiswa, peneliti muda, dan calon pemimpin masa depan dari berbagai negara guna mendiskusikan strategi inovatif dalam meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan sepanjang rentang usia.
Peserta akan mendapatkan pembelajaran langsung dari para pakar dunia, mengikuti diskusi lintas disiplin, serta mengembangkan proyek kolaboratif terkait healthy longevity.
Keikutsertaan dua mahasiswi FK UNM dalam program ini diharapkan menjadi mercusuar inspirasi bagi mahasiswa Indonesia, khususnya sivitas akademika FK UNM, untuk terus mengembangkan kapasitas diri, membangun jejaring internasional, serta berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan yang berdampak bagi kesehatan masyarakat global.
Sejalan dengan visi FK UNM untuk menjadi pusat unggulan dalam pendidikan kedokteran yang inovatif dan berdaya saing internasional, partisipasi ini juga semakin memperkuat posisi FK UNM sebagai salah satu institusi yang aktif mendorong pengembangan Healthy Longevity Medicine di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara. (*)





