jpnn.com, JAKARTA - Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menanggapi kritik yang disampaikan oleh eks Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal.
Teddy mengeklaim bahwa kelebihan biaya kunjungan kenegaraan ke luar negeri Presiden Prabowo Subianto ditanggung dari kantong pribadi.
BACA JUGA: Kunjungan Luar Negeri Presiden Prabowo Disorot, Seskab Teddy Menjawab Tegas
“Segala kelebihan biaya yang telah dianggarkan oleh negara itu sepenuhnya ditanggung oleh pribadi Presiden Prabowo,” ucap Teddy dalam video di akun @Sekretariat.Kabinet.
Lalu, terkait jumlah rombongan kunjungan Prabowo ke luar negeri yang dinilai sangat banyak, Teddy menyebutkan justru sudah berkurang.
BACA JUGA: Peringati Hari Lahir Pancasila, Ketum Logis 08 Nilai Prabowo Konsisten Jalankan Amanat Pendiri Bangsa
“Itu sudah berkurang besar-besaran, lebih dari separuh dari periode sebelumnya. Jadi, kalau dulu itu sekali ke luar negeri bisa lebih dari 120 orang. Zaman Pak Dino seperti itu,” kata dia.
“Nah, zaman Presiden Prabowo jumlahnya antara 50 sampai 60 orang maksimal. Ini sudah banyak yang tahu termasuk juga wartawan-wartawan pasti tahu itu semua,” lanjutnya.
BACA JUGA: Prabowo: Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan Sama Kita
Kemudian, dia menyebutkan kunjungan keluar negeri Prabowo sudah memiliki jadwal tahunan maupun ada jadwal mendesak.
Jadwal mendesak terjadi sesuai kebutuhan dalam negeri dan luar negeri suatu negara termasuk,karena saat ini kondisi politik global yang dinamis.
Terkait jumlah kunjungan ke luar negeri yang dianggap sangat banyak dalam 1,5 tahun, Teddy menyebutkan hal itu lantaran Prabowo mulai menjabat saat dunia sedang krisis.
Dia menjabarkan adanya konflik di Ukraina, Venezuela, hingga saat ini di Iran dan Timur Tengah.
“Setiap pemimpin tentunya harus bangun hubungan yang dekat antarpemimpin dunia. Dan kita tidak bisa hanya mengandalkan saat krisis baru minta bantuan. Kita harus panen hubungan yang baik,” jelas Teddy.
Sebelumnya, Dino Patti menilai Prabowo menjadi kepala negara yang paling sering ke luar negeri sejak menjabat.
Dia menyebutkan kunjungan seorang kepala negara ke luar negeri memakan biaya yang besar, termasuk biaya rombongan tim pendahulu, biaya pesawat, biaya hotel, biaya logistik, biaya konsumsi, biaya protokoler, hingga pengamanan. (mcr4/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Prabowo-Megawati Bergandengan, Politikus Gerindra Singgung Soal Kedekatan Emosional
Redaktur : M. Rasyid Ridha
Reporter : Ryana Aryadita Umasugi




