Grid.ID – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, mengungkapkan fakta memprihatinkan terkait penyebab bencana kebakaran yang kerap melanda Ibu Kota. Saat meninjau lokasi pengungsian korban kebakaran di Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (2/6/2026), pria yang akrab disapa Bang Doel ini menyebut bahwa mayoritas kebakaran di Jakarta disebabkan korsleting listrik
Berdasarkan data survei pemerintah provinsi, Rano menyebut angka yang sangat tinggi terkait pemicu api.
“Di Jakarta ini hampir rata-rata kebakaran terjadi karena korsleting listrik. Itu berdasarkan survei kita hampir 95 persen terjadi. Ini harus jadi perhatian serius kita bersama,” ujar Rano Karno kepada awak media.
Rano secara khusus menyoroti kebiasaan buruk warga di permukiman padat yang sering mengabaikan kapasitas beban listrik. Ia mencontohkan penggunaan stop kontak atau colokan listrik yang dipaksakan melebihi batas aman, yang memicu panas berlebih dan berujung pada percikan api.
“Teman-teman tahu bagaimana situasinya, kadang-kadang dalam rumah seperti ini ada satu stop kontak dicolok 10 charger HP. Belum lagi buat kompor listrik dan segala macam. Akibatnya terjadi panas, itulah realita yang kita dapatkan di lapangan,” tuturnya.
Ia mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dan berhati-hati dalam menata instalasi listrik di rumah masing-masing agar tragedi serupa tidak terus berulang.
Data Dampak Kebakaran
Kebakaran besar yang melanda kawasan Kemayoran kali ini mencatat dampak yang cukup luas. Berdasarkan rekapitulasi sementara, terdapat 304 bangunan yang hangus terbakar. Sebanyak 354 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 679 jiwa kehilangan tempat tinggal.
Pemprov DKI telah menyiagakan posko kesehatan, dapur umum, hingga bantuan psikologis (trauma healing) bagi anak-anak dan ibu hamil di lokasi pengungsian. Selain itu, Rano juga memastikan bahwa anak-anak sekolah yang kehilangan perlengkapan ujian akan diberikan dispensasi berupa ujian susulan.
Diberitakan sebelumnya, kebakaran hebat melanda permukiman padat penduduk di kawasan Jalan Kemayoran Gempol (dekat Pasar Jiung), Kelurahan Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat pada Senin (1/6/2026) malam.
Api pertama kali dilaporkan muncul sekitar pukul 20.55 WIB dan baru berhasil dipadamkan total pada Selasa (2/6/2026) sekitar pukul 04.15 WIB setelah petugas pemadam kebakaran berjibaku selama kurang lebih 7 jam. (*)
Artikel Asli




