jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua Umum (Waketum) Gerindra Habiburokhman menganggap kurang tepat kritik yang disampaikan eks Wamenlu Dino Patti Djalal terkait intensitas kunjungan kerja (kunker) luar negeri Presiden RI Prabowo Subianto.
"Jadi, model komunikasi seperti dipertontonkan oleh Pak Dino menurut saya kurang pas," kata dia ditemui di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (2/6).
BACA JUGA: Prabowo-Megawati Bergandengan, Sahroni NasDem Ikut Bahagia
Sebab, kata dia, Dino pernah menjabat Wamenlu dan seharusnya bisa menghormati langkah politik pejabat saat ini dalam hal kebijakan luar negeri.
"Artinya memberikan kesempatan kepada orang yang saat ini menjabat untuk bekerja, menghormati ya, orang yang saat ini menjabat untuk menjalankan tugasnya dengan baik," ungkapnya.
BACA JUGA: Bantah Dino, Teddy Jabarkan Hasil 50 Kunjungan Prabowo ke Luar Negeri
Habiburokhman melanjutkan kritik Dino terkait intensitas kunker Prabowo keluar negeri bisa memancing reaksi publik untuk membandingkan kinerja.
Terutama, ujar dia, publik bisa mempertanyakan hal yang telah diperbuat Dino semasa tiga bulan menjabat Wamenlu.
BACA JUGA: Diaspora Muda Nusantara: Penjelasan Seskab Teddy Tepat, Diplomasi Presiden Prabowo Terbukti Bawa Hasil Nyata
"Nanti dahulu ditanya, zamannya Pak Dino sehebat apa, sih," kata Habiburokhman.
Pendiri Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) itu menyebut publik bisa juga mempertanyakan kepentingan Dino mengkritik intensitas kunker Prabowo.
"Kok, sekarang menjadi orang yang, sok, paling Kemlu, begitu, lo. Sok, paling Kemlu sendiri sedunia, begitu, kan, ya. Nanti publik akan bertanya seperti ini juga," kata Habiburokhman.
Dia mengaku punya hak mengkritik balik Dino setelah menyoroti intensitas kunker Prabowo ke berbagai negara.
"Ini, kan, negara demokrasi, dia bilang negara demokrasi, dia mengkritik, ya, saya mengkritik balik beliau," ungkap dia.
Sebelumnya, Dino Patti Djalal melalui instagram akunnya menyoroti intensitas kunker Prabowo keluar negeri.
Dia menyarankan Prabowo mengurangi intensitas kunker luar negeri dan mendengar jeritan publik di Indonesia.
Dino menyarankan Prabowo lebih mengandalkan diplomasi luar negeri melalui daring ketimbang datang langsung ke negara tujuan.
"Menjaga komunikasi dengan pemimpin dunia lain, kami menyarankan Presiden Prabowo lebih mengandalkan video call atau Zoom atau telepon," ujar dia. (ast/jpnn)
Video Terpopuler Hari ini:
Redaktur : M. Adil Syarif
Reporter : Aristo Setiawan



