HARIAN.FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Nama Hanania Group menjadi sorotan setelah terseret kasus dugaan penggelapan dana umrah yang ditaksir mencapai Rp100 miliar. Di balik mencuatnya kasus yang diduga merugikan sekitar 2.800 calon jemaah tersebut, perhatian publik kini juga tertuju pada deretan artis dan selebgram yang selama ini menjadi wajah promosi travel tersebut.
Sebelum kasus ini mencuat, Hanania Group dikenal sebagai salah satu biro perjalanan umrah yang aktif menggandeng figur publik untuk membangun citra perusahaan. Strategi promosi melalui artis dan influencer dinilai sukses menarik kepercayaan masyarakat hingga banyak calon jemaah memutuskan mendaftar paket perjalanan umrah yang ditawarkan.
Sejumlah nama publik figur diketahui pernah terlihat dalam berbagai kegiatan promosi maupun perjalanan umrah bersama Hanania Group. Di antaranya Lesti Kejora dan Rizky Billar, Paula Verhoeven, Feni Rose, Roger Danuarta dan Cut Meyriska, Sintya Marisca, Keanu Agl, hingga Fadjar Sadboy.
Kehadiran para artis tersebut di berbagai materi promosi, unggahan media sosial, maupun kegiatan perusahaan membuat Hanania Group semakin dikenal luas di tengah masyarakat.
Namun demikian, hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari aparat penegak hukum yang menyebut para artis tersebut terlibat dalam dugaan penggelapan dana yang sedang diselidiki. Nama-nama tersebut diketahui hanya pernah menggunakan jasa atau terlibat dalam aktivitas promosi perusahaan.
Sementara itu, para korban mendesak aparat penegak hukum bersama Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk mengusut tuntas aliran dana perusahaan yang diperkirakan mencapai Rp100 miliar.
Perwakilan korban, Anny Rofi, mengatakan pihaknya berharap penyidik dapat menelusuri seluruh transaksi keuangan perusahaan guna mengetahui ke mana dana para jemaah dialirkan.
“Kita sebagai korban menyerahkan semuanya kepada aparat penegak hukum. Kalau memang nanti ditemukan ada aliran dana kepada artis atau pihak lainnya, tentunya harus dibuktikan terlebih dahulu oleh penyidik,” ujarnya.
Menurut Anny, fokus utama korban saat ini adalah mendapatkan kejelasan terkait keberadaan dana yang telah disetorkan ribuan calon jemaah namun hingga kini tidak berujung pada pemberangkatan ke Tanah Suci.
Kasus yang kini menjadi perhatian publik tersebut masih dalam proses penyelidikan aparat penegak hukum.





