REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan respons terkait pernyataan Abu Janda yang menyebut Jawa Barat sebagai provinsi bar bar karena sikap intolerannya.
Ia menegaskan bahwa provinsi Jawa Barat sangat toleran dan terbuka bahkan masyarakat nyaman hidup dan tinggal di sini.
Baca Juga
Aksi Barbar Israel di Lebanon, Media AS: Trump Marah ke Netanyahu 'Kau Benar-Benar Gila!
RI dan Qatar Perkuat Industri Pertahanan dan Segera Teken DCA
Hakim: Ada Miskomunikasi di Tubuh Kepolisian dalam Penanganan Perkara Andrie Yunus
"Saya sih selalu melihat ya, segala sesuatu yang berkembang itu kita tanggapi secara dewasa. Bahwa hari ini saya tegaskan, orang Jawa Barat itu sudah sejak lama toleran. Orang Jawa Barat itu dari dulu toleran," ucap dia di Bale Pakuan kepada wartawan, Selasa (2/6/2026).
Ia melanjutkan apabila terjadi konflik intoleransi disebabkan karena komunikasi yang keliru. Dedi pun menyebut bahwa para pelaku intoleransi bukan warga asli Jawa Barat.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
"Kalau ada konflik-konflik intoleransi lebih disebabkan karena satu, miskomunikasi. Yang kedua, biasanya juga para pelaku intolerannya bukan warga Jawa Barat yang asli biasanya," kata dia.
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)