Kijang Super ini pun bisa terbilang mobil tua, lantaran memang usianya memang sudah lebih dari 20 tahun. Namun harus diakui jika mobil penumpang tersebut menjadi salah satu legenda. Sebab, hingga saat ini Kijang masih terus ada generasi barunya dan terus bertransformasi menjadi kendaraan keluarga yang mewah.
Kijang Super merupakan generasi ketiga yang ada di keluarga Kijang yang sudah ada sejak tahun 1977. Nama Kijang sendiri sebetulnya merupakan kependekan dari Kerjasama Indonesia dan Jepang. Generasi ketiga Kijang memiliki kode bodi KF50 dengan desain yang sudah mulai modern dibanding generasi sebelumnya.
Konsumsi BBM Toyota Kijang Super
Toyota Kijang Super masih sering terlihat di jalan-jalan meski populasinya cukup langka. Dari penuturan Kepala Mekanik Bengkel Provis Autolab, Dayat, bahwa mobil ini masih sangat layak untuk digunakan berwara-wiri. Baca Juga:
Pemprov DKI Jakarta Hapus Denda Pajak Kendaraan hingga 31 Agustus 2026
Menurutnya konsumsi BBM Toyota Kijang Super masih bisa di angka 1:10 km per liter. Kalau dipakai ke luar kota, konsumsi BBM-nya bisa mencapai angka 1:12 km per liter. Meski kebanyakan berada di bawah itu, namun jika dirawat dengan benar, maka konsumsi BBM-nya bisa lebih baik.
“Memang konsumsi BBM Toyota Kijang Super ini bisa 1:10 untuk dalam kota. Malah versi terbarunya bisa lebih boros dari versi yang lama. Buat luar kota masih bisa tembus di 1:12 km per liter,” ujar Dayat beberapa waktu lalu.
Hal yang biasa dilakukan agar konsumsi bahan bakar yang agak boros ini, biasanya para pengguna Kijang kerap merestorasi sektor mesin. Dapur pacunya disegarkan kembali dengan komponen baru. Karburatornya juga disegarkan kembali menggunakan repair kit yang baru. Hal ini termasuk wajar, mengingat usia mobil tersebut sudah mencapai lebih dari 25 tahun.
Bagian komponen internal karburator juga sebaiknya diganti dengan yang baru. Sebab, teknologi mesinnya masih terbilang jadul dan hanya memakai karburator saja. Berbeda dengan mobil injeksi yang disarankan menggunakan bahan bakar dengan oktan minimal 92 atau lebih.
Untuk mobil keluaran terbaru memakai oktan yang baik sangat disarankan. Selain berpengaruh kepada emisi, tenaga yang dihasilkan juga lebih baik saat memakai bensin beroktan bagus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)





