Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp17.839 per USD

idxchannel.com
14 jam lalu
Cover Berita

Aktivitas manufaktur Indonesia yang masuk ke zona ekspansi belum mampu mengangkat rupiah.

Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp17.839 per USD. Foto: Freepik.

IDXChannel - Nilai tukar rupiah terpantau melemah pada penutupan perdagangan Selasa (2/6/2026). Mata uang Garuda tercatat turun 34 poin atau 0,19 persen ke level Rp17.839 per USD. 

Pengamat Pasar Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi mengungkap faktor-faktor yang masih membayangi pelemahan rupiah. 

Baca Juga:
Harga Sapi Impor Mahal Imbas Rupiah Melemah, Industri Susu Mau Naikkan Harga Produk?

Aktivitas manufaktur Indonesia yang masuk ke zona ekspansi belum mampu mengangkat rupiah.

“Berdasarkan laporan S&P Global, Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Indonesia naik ke level 50,0 pada Mei 2026, setelah terkontraksi ke 49,1 pada April 2026.  Kendati menunjukkan sinyal positif, sektor industri masih dibayangi tekanan biaya bahan baku yang melonjak dan gangguan pasokan yang menahan laju produksi,” tulis Ibrahim dalam risetnya. 

Baca Juga:
Rupiah Pagi Melemah ke Rp17.885 Terdampak Ketegangan Baru Timur Tengah

Laporan S&P Global mencatat posisi PMI pada Mei mengindikasikan kondisi operasional manufaktur yang stabil setelah sempat mengalami kontraksi pada bulan sebelumnya. Perbaikan terutama ditopang oleh peningkatan permintaan domestik yang mendorong kenaikan pesanan baru selama 2 bulan berturut-turut. Kenaikan pesanan baru pada Mei menjadi yang tercepat sejak Februari. 

Kemudian, BPS merilis surplus neraca perdagangan Indonesia masih berlanjut hingga April 2026 di tengah ketidakpastian geopolitik dan geoekonomi global belum mereda. Kinerja ekspor nonmigas, terutama dari sektor industri pengolahan, menjadi penopang utama surplus perdagangan nasional. 

Baca Juga:
IHSG Pekan Ini Masih Dibayangi Fluktuasi Rupiah dan Kebijakan The Fed

Surplus perdagangan pada April 2026 sebesar USD89,1 juta. Dengan capaian tersebut, Indonesia berhasil mempertahankan tren surplus perdagangan selama 72 bulan berturut-turut sejak Mei 2020. Sementara itu, surplus neraca perdagangan kumulatif Januari-April 2026 mencapai USD5,64 miliar.


Dari ekternal, Presiden AS Donald Trump mengatakan pembicaraan dengan Iran masih berlangsung, sementara kantor berita Tasnim sebelumnya melaporkan bahwa Teheran telah menangguhkan negosiasi tidak langsung dengan Washington.

Dalam sebuah wawancara pada Senin, Trump mengatakan dia tidak keberatan jika pembicaraan berakhir. Tetapi tak lama kemudian, dia mengeluarkan unggahan di media sosial yang mengatakan bahwa pembicaraan dengan Iran terus berlanjut dan mengharapkan kesepakatan untuk memperpanjang gencatan senjata dan membuka kembali Selat Hormuz dalam minggu depan.
 
Lebanon pada Senin mengumumkan gencatan senjata parsial antara Hizbullah dan Israel, yang akan menjadi de-eskalasi terbatas dari konflik yang telah memperparah perang yang lebih luas dengan Iran. Iran secara efektif telah menghentikan hampir semua pengiriman non-Iran ke dan dari Teluk sejak perang dimulai, meangkas sekitar seperlima aliran minyak dan gas alam cair global dan mendorong harga naik 50 perssn atau lebih.
 
Selain itu, Donald Trump pada Senin menandatangani proklamasi yang mengubah tarif impor tembaga, aluminium, dan besi. Proklamasi tersebut menurunkan tarif untuk beberapa peralatan pertanian dari 25 persen menjadi 15 persen.
 
Proklamasi tersebut menetapkan tarif 15 persen untuk peralatan industri bergerak, seperti buldoser dan forklift, jika diimpor dari negara-negara yang memiliki perjanjian perdagangan dan berhak atas perlakuan tersebut.

Perubahan ini akan berlaku hingga 31 Desember 2027 untuk mendorong investasi jangka pendek yang akan membangun kembali basis industri negara.

(NIA DEVIYANA)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kenakan Jaket Ojol, Nadiem: Saya Belum Bisa Bayar Desainer!
• 17 jam lalurctiplus.com
thumb
[FULL] Wali Kota Jakpus soal Skema Ujian Sekolah Siswa Terdampak Kebakaran Kemayoran
• 12 jam lalukompas.tv
thumb
Wamenhaj Lepas Kepulangan Jemaah Haji Asal Batam ke RI: Semoga Mabrur
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
SIM Mati Saat Libur Pancasila? Masih Bisa Diperpanjang Hari Ini
• 22 jam lalukompas.com
thumb
Neraca perdagangan luar negeri Lampung surplus 332,19 juta dolar AS
• 12 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.