AAJI Ungkap Tren Asuransi Jiwa 2026, Premi Baru Tumbuh dan Klaim Kesehatan Meningkat

disway.id
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) melaporkan kinerja industri asuransi jiwa nasional sepanjang periode Januari hingga Maret 2026.

Di tengah berbagai tantangan ekonomi yang masih berlangsung, industri tetap menunjukkan daya tahan yang kuat dengan pertumbuhan premi bisnis baru serta peningkatan jumlah masyarakat yang memperoleh perlindungan asuransi jiwa.

Berdasarkan data yang dihimpun dari 56 perusahaan asuransi jiwa anggota AAJI, premi bisnis baru tumbuh 5 persen secara tahunan menjadi Rp27,90 triliun. Sementara itu, jumlah tertanggung melonjak 20,9 persen hingga mencapai 118,28 juta orang.

Peningkatan tersebut mencerminkan semakin besarnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan keuangan sekaligus menunjukkan tingkat kepercayaan yang tetap tinggi terhadap industri asuransi jiwa di Indonesia.

Ketua Dewan Pengurus AAJI, Albertus Wiroyo, mengatakan bahwa industri asuransi jiwa terus menjalankan fungsi utamanya sebagai penyedia perlindungan finansial bagi masyarakat.

“Selama kuartal pertama 2026, industri asuransi jiwa mencatat total pendapatan sebesar Rp47,63 triliun. Pada periode yang sama, industri juga membayarkan klaim dan manfaat kepada masyarakat sebesar Rp38,73 triliun atau meningkat 1,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,” ujar Albertus.

Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan kemampuan industri dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan pemenuhan kewajiban kepada para pemegang polis.

Premi Bisnis Baru dan Fundamental Industri Tetap Terjaga

Di tengah dinamika pasar, fundamental industri asuransi jiwa masih menunjukkan kondisi yang sehat. Hal tersebut terlihat dari total pendapatan premi unweighted yang relatif stabil dan mencapai Rp47,27 triliun.

Produk asuransi jiwa tradisional masih menjadi penyumbang terbesar terhadap pendapatan premi industri dengan nilai Rp30,10 triliun. Kondisi ini menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap perlindungan dasar masih menjadi prioritas utama dalam perencanaan keuangan keluarga.

Sementara itu, produk unit link tetap memberikan kontribusi yang signifikan sebagai salah satu pilihan perlindungan yang tersedia di pasar.

Jika ditinjau dari kanal distribusi, bancassurance masih menjadi penyumbang premi terbesar dengan nilai Rp18,54 triliun. Kemitraan antara perusahaan asuransi dan sektor perbankan dinilai masih efektif dalam memperluas akses perlindungan kepada masyarakat.

Kanal distribusi alternatif mencatatkan pendapatan premi sebesar Rp14,44 triliun dan tetap menjadi bagian penting dalam strategi diversifikasi distribusi industri.

Adapun kanal keagenan mencatatkan pertumbuhan sebesar 1,2 persen menjadi Rp14,29 triliun. Angka tersebut memperlihatkan bahwa peran tenaga pemasar masih sangat penting dalam meningkatkan literasi keuangan sekaligus menjangkau masyarakat secara langsung.

Klaim Asuransi Jiwa Mencerminkan Perubahan Kebutuhan Perlindungan

  • 1
  • 2
  • 3
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Peringatan Hari Lahir Pancasila di Wajo, Bupati Ingatkan Pentingnya Toleransi dan Persatuan
• 7 jam laluharianfajar
thumb
Kapolres Biak Numfor Sebut Tiga Warga Masih Hilang Usai Ledakan Bom Peninggalan Perang Dunia II
• 14 jam lalupantau.com
thumb
Video: Teknologi IoT Bikin Lampu Hemat Energi 80%-Pangkas Emisi Karbon
• 20 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Kabar Terbaru Upaya Alih Status PPPK menjadi PNS, Sinyal Positif
• 14 jam lalujpnn.com
thumb
Mengubur Masa Lalu di Panti Lansia
• 8 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.