Teheran: Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada Selasa, 2 Juni 2026, mengumumkan telah menyerang kapal kargo MSC Sariska sebagai balasan atas serangan militer Amerika Serikat terhadap kapal Iran, Lian Star.
Menurut pernyataan resmi IRGC, operasi tersebut dilakukan sebagai respons langsung atas apa yang disebut sebagai serangan agresif dan pengkhianatan terhadap kapal Iran.
Departemen Hubungan Masyarakat Angkatan Laut IRGC menyatakan kapal MSC Sariska dihantam rudal jelajah di dekat perairan Irak. Kapal berbendera Panama itu dilaporkan mengalami ledakan besar akibat serangan tersebut.
"Dalam respons terhadap serangan agresif tentara Amerika Serikat terhadap kapal Iran Lian Star di Laut Oman, Angkatan Laut IRGC melakukan operasi balasan dan menyerang MSC Sariska dengan rudal jelajah," ujar pernyataan yang disampaikan melalui Sepah News.
Dilansir dari media Press TV, IRGC juga memperingatkan bahwa setiap tindakan agresif lebih lanjut oleh militer Amerika Serikat di kawasan akan mendapat respons tegas. Iran menegaskan tidak akan membiarkan pelanggaran terhadap kedaulatan negaranya tanpa balasan.
Menurut pernyataan tersebut, pada Jumat lalu sebuah pesawat Amerika Serikat menembakkan rudal AGM-114 Hellfire ke ruang mesin kapal kargo Lian Star di Laut Oman. Serangan itu disebut melumpuhkan kapal yang saat itu beroperasi di perairan internasional.
Pemerintah Iran menuduh Amerika Serikat melakukan tindakan terorisme maritim yang didukung negara. Teheran menyatakan kapal Lian Star merupakan kapal komersial yang sedang menjalankan aktivitas normal ketika menjadi sasaran serangan.
Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di perairan strategis Laut Oman dan Teluk Persia. Situasi keamanan kawasan terus menjadi sorotan setelah berbagai insiden yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel dalam beberapa bulan terakhir.
Iran juga menyatakan bahwa Amerika Serikat dan Israel melancarkan perang terhadap Iran pada 28 Februari serta menyerang infrastruktur sipil dan militer negara tersebut. Menurut pernyataan Iran, gencatan senjata yang dimediasi Pakistan telah berlaku sejak awal April, namun Washington disebut masih memberlakukan blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Angkatan Laut IRGC menegaskan pihaknya tetap mengendalikan keamanan di Selat Hormuz. Iran memperingatkan bahwa setiap campur tangan militer asing di kawasan itu akan mendapat respons balasan secara langsung dan cepat. (Keysa Qanita)
Baca juga: AS Jatuhkan Sanksi terhadap Otoritas Pengawas Selat Hormuz atas Keterkaitan IRGC




