Isi Daya Di SPKLU, Jangan Dibiasakan Sampai 100 Persen

medcom.id
1 jam lalu
Cover Berita
Jakarta - Banyak pengguna kendaraan listrik masih menggunakan pola pikir mengisi baterai kendaraan listrik seperti halnya mengisi tangki BBM sampai penuh. Padahal mengisi baterai mobil listrik atau motor listrik jangan dibiasakan sampai 100 persen.
 
Apalagi untuk jenis pengisian baterai cepat seperti Ultra Fas Charging. Meski sistem pengisian cepat di stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU), selalu menjadi solusi buat mereka yang ingin mengisi baterai kendaraannya. 
 
Lalu mengapa hanya hingga 80 persen? Lantaran di fase 80 persen inilah penurunan kemampuan pengisian cepat baterai, terjadi sangat signifikan. Kecepatan pengisian yang biasanya bisa berlangsung di atas 50 kWh per jam, turun hingga di bawah 10 kWh per jam ketika sudah mencapai level 80 persen. 

Lalu mengapa ini bisa terjadi? Tidak seperti pengisian bahan bakar yang bisa mencapai sekitar 95 persen dari tangki penuh. Head of Public Relation MG Motor Indonesia, Norman Nababan menjelaskan bahwa pengisian energi listrik ke baterai itu tidak seperti pengisian benda cair seperti BBM ke tangki bahan bakar.  Baca Juga:
Jangan Over Speed! Pahami Batas Kecepatan di Jalan Tol
Apalagi sistem pengisian cepat, itu berlaku lantaran energi baterai mencari sel yang kosong untuk diisi. "Pada level 80 persen baterai terisi, energi yang akan mengisi cell baterai, akan mencari cell baterai yang kosong," ujar Norman beberapa waktu lalu.
 
"Ibaratnya, mobil sedang antre masuk ke sebuah area parkir yang mulai terisi 80 persen. Tentu akan mulai melambat untuk mencari area parkir yang kosong. Itu pula penyebab utama mengapa sistem fast charging atau pengisian cepat baterai di SPKLU itu hanya efektif sampai 80 persen saja."
 
Penyebab kedua disebutkan Norman jadi penyebabnya adalah untuk alasan keamanan ketika sedang mengisi baterai. Ini adalah prosedur yang dilakukan untuk membuat baterai lebih aman untuk digunakan. Jika tegangan tetap diatur ke arus tegangan tinggi, maka kemungkinan terjadinya kerusakan baterai sangat besar.
 
"Jadi tetap akan diberlakukan cara aman untuk melakukan pengisian baterai. Mengingat secanggih-canggihnya teknologi kendaraan listrik, kalau tidak aman untuk digunakan maka orang-orang juga akan takut menggunakan kendaraan berteknologi tinggi ini."
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kasus Air Keras Andrie Yunus Berlanjut, Polda Metro Tindak Lanjuti Putusan Hakim
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
KPK Limpahkan Gus Yaqut Usai Musim Haji 2026
• 22 jam laluliputan6.com
thumb
Presiden Tegaskan Pembangunan Ekonomi Harus Sesuai Nilai Pancasila
• 20 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Herd Coffee Roaster Hadir di Makassar, Rabica Coffee Bar Gelar Bar Take Over Bersama Jeffta Handoko
• 7 jam laluharianfajar
thumb
Pemkab Bandung Barat Genjot Pengembangan Wisata di Wilayah Barat dan Selatan
• 20 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.